Indonesia Tegaskan Komitmennya Dukung Perjuangan Bangsa Palestina

Jumat, 31/10/2008 17:35 WIB | Arsip | Cetak

Indonesia menyatakan mendukung penuh perjuangan bangsa Palestina. Hal tersebut disampaikan Menlu Hasan Wirayuda dalam acara pembukaan konferensi internasional untuk membantu rakyat Palestina di Jakarta, Jumat (31/10).

Konferensi yang digelar di Jakarta Convention Center atas prakarsa Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) ini akan berlangsung selama tiga hari dan akan menghadirkan sejumlah tokoh penting dari dalam dan luar negeri.

Dalam sambutannya, Wirayuda mengatakan bahwa Indonesia berkomitmen untuk memberikan dukungan baik secara moral maupun konstitusi untuk mewujudkan perdamaian di Palestina. Menurutnya, ada tiga sektor penting yang bisa dibangun dalam memberikan dukungan tersebut, yaitu dari sektor pemerintahan, politik dan sosial budaya.

Wirayuda juga menekankan perlunya dialog dan langkah diplomasi yang terus menerus dilakukan untuk mencari solusi atas persoalan Palestina. Indonesia, kata Wirayuda, menargetkan memberikan pelatihan pada 10.000 orang Palestina, namun baru bisa terealisasi untuk 1.000 orang.

Sementara itu, pengarah konferensi, Suripto mengatakan bahwa konferensi internasional yang melibatkan hampir 300 lembaga swadaya masyarakat dari berbagai negara ini bertujuan untuk menggalang kepedulian dunia terhadap bangsa Palestina yang sampai saat ini masih berada di bawah penjajahan Israel.

Ia berharap konferensi yang dihadiri oleh berbagai kalangan dari beragam latar belakang agama ini,  bisa memberikan kontribusi yang nyata bagi bangsa Palestina dan memberikan pemahaman bahwa masalah Palestina bukan semata-mata masalah umat Islam tapi masalah kemanusiaan.

Tokoh-tokoh internasional yang rencananya bakal hadir dalam konferensi ini antara lain Paul Keating, Lee Kwan Yew, Mahatir Muhammad, dr. Ang Swee Chai dan Yvonne Ridley, disamping tokoh-tokoh dari Indonesia sendiri.

Target konferensi ini, kata Suripto, menghasilkan "Deklarasi Jakarta" yang berisi langkah-langkah yang akan dilakukan untuk membantu rakyat Palestina. (ln/berbagai sumber)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang