Kafilah Bali Incar Piala Hifdzhil Quran Dalam MTQ XXII

Jumat, 20/06/2008 22:17 WIB | Arsip | Cetak

Kafilah Bali optimis dapat menyabet piala dari cabang perlombaan Hifdzhil Quran atau Hafalan Al-Quran.Hasil penilaian pada babak awal peserta utusan Bali mendapat nilai yang cukup tinggi. Demikian yang diungkapkan Ketua LPTQ Bali Fathur Rohim, saat ditemui di arena Qiroatul Qur`an tingkat dewasa,

"Kalau untuk juara umum, mungkin yang berpeluang besar adalah tuan rumah. Tapi kami optimis dapat meraih juara di beberapa cabang lomba seperti Syarhil, Tilawah Anak, dan Hifdzhil Quran, " ujar Fathur.

Pada MTQ Nasional kali ini, Bali membawa 21 kafilah peserta yang akan berkompetisi di enam cabang. Pemerintah Bali tambah Djauhari, sangat mendukung penuh para kafilah untuk tampil dalam MTQ Nasional kali ini."Kami berharap, Bali dapat meraih hasil terbaik, " imbuh Djauha.

Dalam pelaksanaan MTQ XXII sempat terjadi gangguan perangkat IT pada pelaksanaan cabang Tilawah Quran tingkat remaja yang berlangsung di Panggung Utama MTQ, serta cabang Tafsir bahasa Inggris yang berlangsung di ruang Komisi II DPRD Banten. Sehingga penilaian terpaksa dilakukan secara manual. Pada cabang Tilawah di panggung utama MTQ, perangkat IT sempat ngadat di tengah-tengah lomba, namun kemudian kembali berfungsi.

Dewan Hakim Amir Husain, sempat mengeluhkan perangkat IT, karena hingga cabang Tafsir bahasa Inggris berakhir, peralatan itu masih belum berfungsi. Kondisi sama juga terjadi saat digelar cabang Tafsir bahasa Indonesia.

Salah seorang kafilah dari Sumatera Utara, Hamdan Nasution, mengungkapkan, gangguan perangkat IT itu berpengaruh terhadap peserta. "Karena saat terjadi (gangguan IT) peserta sedang mulai, sehingga tidak ketahuan kapan dia (peserta) harus berhentinya. Hasil penilaian dewan hakim juga menjadi tidak terketahui, "ujarnya.

Namun, menurutnya dewan hakim langsung melakukan rekap penilaian secara manual, namun sarana penunjang perangkat IT, khususnya untuk bisa melihat hasil penilaian, perlu ditingkatkan agar dapat secara jelas dilihat. "Sebenarnya yang aman memang secara manual, " ungkap Hamdan. (novel/dpg)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang