Kaskus Jadi Situs Penghina Islam?

Kamis, 13/08/2009 14:45 WIB | Arsip | Cetak

Siapa yang tidak kenal dengan situs Kaskus? Setiap orang yang rajin berdiskusi di forum internet bisa dipastikan mengenal situs ini.  Istilah Pertamaxx, Lanjut Gan, Nice inpo, menjadi akrab di otak kita.

Kaskus adalah situs forum komunitas maya terbesar Indonesia. Kaskus lahir pada tanggal 6 November 1999 oleh tiga pemuda asal Indonesia yang sedang melanjutkan studi di Seattle, Amerika Serikat. Situs ini dikelola oleh PT. Darta Media Indonesia. Anggotanya, yang berjumlah lebih dari 1.000.000 member, tidak hanya berdomisili dari Indonesia namun tersebar juga hingga negara lainnya. Pengguna Kaskus umumnya berasal dari kalangan remaja hingga orang dewasa.

Kaskus, yang merupakan singkatan dari Kasak Kusuk, bermula dari sekedar hobi dari komunitas kecil yang kemudian berkembang hingga saat ini. Kaskus dikunjungi sedikitnya oleh 600.000 orang, dengan jumlah page view melebihi 3.500.000 setiap harinya. Hingga saat ini Kaskus sudah mempunyai lebih dari 80 juta post.

Tidak sedikit manfaat yang bisa di dapat dari situs yang berupa forum diskusi ini. Dan tidak sedikit pula hal-hal negatif yang ada di situs tersebut.

Sebelum undang-undang ITE yang dikeluarkan oleh Depkominfo, Kaskus telah lama menjadi ajang bagi penyebaran pornografi maupun ajang diskusi saling menghina dan mencaci keyakinan beragama. Sebutlah thread BB17 (buka-bukaan 17 tahun) yang dulu sempat ada di situs ini. Konon pada topik ini menyajikan berbagai macam erotisme dari yang semi vulgar sampai yang sangat vulgar. Dan sebelumnya juga ada thread FC (Fighting Club), yang berisi cacian, makian, hinaan terhadap apa dan siapa saja, termasuk keyakinan beragama.

Setelah undang-undang ITE diluncurkan, sang pemilik Kaskus sempat menghapus dan memberikan warning terhadap topik-topik diskusi yang dapat menimbulkan permasalahan, baik itu topik berkaitan dengan materi-materi pornografi maupun topik-topik yang menghina agama.

Namun sepertinya hal tersebut hanya bertahan sesaat. Banyak topik-topik diskusi di kaskus yang jelas-jelas berisi penghinaan terhadap agama khususnya Islam, diloloskan oleh moderator diskusi.

Salah satu thread yang sempat hadir di situs ini dengan judul "Muhammad si Perusak Moral", dari judulnya saja sudah menghina dan melecehkan nabi Muhammad yang lebih dari 80 persen penduduk Indonesia penganut ajarannya. Anehnya thread diskusi ini bisa dilolosin oleh moderatornya.

Seorang berinisial FireLord Samael memposting topik tersebut. Dengan songongnya dia membuat kriteria beberapa "teladan" versi dia yang tidak layak dan tidak sepatutnya dilakukan manusia beradab. Isi poin-poin yang ia sebut semuanya menghina Islam, dan tidak ada bedanya dengan penghina Islam sebelumnya "Lapotuak".

Beberapa anggota forum di situs Kaskus ini telah melakukan protes terhadap moderator yang dengan mudah meloloskan topik diskusi yang nyata-nyata menghujat dan menghina Islam, namun tidak (belum?) ditanggapi. Atau mungkin moderatornya sendiri membuat kloningan dirinya dan memposting topik tersebut? Wallahu A'lam.

Yang jelas hal-hal seperti ini tidak dapat dibiarkan terus menerus berlanjut. Keyakinan beragama orang khususnya Islam yang mayoritas di negeri ini dijadikan bahan ejekan dan hinaan oleh segelintir manusia yang kurang akal pikirannya. Dan Kaskus sebagai situs forum diskusi terbesar di Indonesia bertanggung jawab penuh atas semua ini.

Kalau beberapa waktu lalu Depkominfo bisa memblokir situs forum diskusi Indonesia Faith Freedom, karena di dalamnya banyak berisi penghinaan terhadap Islam, kenapa tidak untuk saat ini Depkominfo melakukan teguran keras terhadap kaskus karena konten situsnya banyak yang berisi hal sejenis seperti yang ada di situs Indonesia Faith Freedom.

Mari kita sebagai umat Islam merasa tersinggung dan marah terhadap topik diskusi yang menghina Islam yang ada di Kaskus, layangkan surat protes terhadap pengelola kaskus atau langsung melapor ke Depkominfo. Gunakanlah Ghiroh kita untuk membela ISLAM, jangan kita hanya bisa sangat emosi dan marah apabila kelompok kita atau partai kita dihina. Tunjukkan bahwa kita adalah MUSLIM yang tidak rela agamanya dihina! Lanjut Gan...!! (fq/berbagai sumber)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang