Kejanggalan Kasus Antasari Kian Menguat

Kamis, 10/12/2009 16:20 WIB | Arsip | Cetak

Setelah pengakuan Kombes Wiliardi Wizar yang menyatakan bahwa kesaksiannya di berita acara pemeriksaan (BAP) atas arahan atasannya di Polri sebagai sasaran utamanya Antasari, kini kesaksian ahli forensik RSCM dr Mun’im Idris kian menguatkan dugaan rekayasa.

Mun’im yang dihadirkan sebagai saksi pada persidangan terdakwa Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini mengungkapkan beberapa kejanggalan pada mayat Nasrudin Zulkarnain.

Menurutnya, kondisi mayat sewaktu akan ia tangani sudah dimanipulasi oleh dokter lainnya. “Mayat sudah dimanipulasi. Rambut sudah dicukur, luka sudah dijahit dan keadaan mayat sudah telanjang,” ungkap Mun’im.

Padahal biasanya, mayat yang akan diperiksa oleh Mun’im masih asli. Antara lain, masih dengan busana saat meninggal. Tapi kali ini, ia sudah mendapati jasad Nasrudin sudah telanjang.

“Biasanya, kita yang mengguntingi bajunya. Jadi, mayatnya sudah tidak asli, sudah ada tangan-tangan yang menangani sebelumnya,” tegas Mun’im.

Mun’im juga sempat terheran ketika seorang petugas Puslabfor Mabes Polri menghubunginya. Petugas itu meminta agar ucapannya tentang manipulasi mayat dihilangkan. Mun’im pun langsung menjawab bahwa hal itu tidak bisa. Karena hal itu merupakan kewenangannya.

Ahli forensik yang pernah menangani kasus penembakan mahasiswa Trisaksi ini pun membeberkan soal peluru yang bersarang di kepala Nasrudin. Menurutnya, dua butir peluru memang bersarang di sebelah atas telinga, tapi belum tembus. Sementara ada peluru lain yang sudah tembus ke rongga tengkorak.

Mun’im juga menjelaskan bahwa peluru yang ada di bagian tubuh itu sudah penyok, tapi masih bisa dikenali tipenya. Dan yang menarik, peluru tersebut ditembak dari jarak jauh. “Berdasarkan sifat luka, itu jarak jauh,” ucap Mun’im. Hal ini berbeda dengan laporan penyidik bahwa peluru ditembak dari jarak dekat. Mnh/detik

foto ilustrasi: tempointeraktif

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang