Kemarin Bilang Dua Hari, Sekarang Dua Minggu Harga Beras Akan Turun

jokowiEramuslim.com – Presiden Joko Widodo mengatakan, pergolakan inflasi atau kenaikan harga seperti beras sebetulnya sudah kelihatan pada bulan Desember, sehingga mestinya bisa diantisipasi pada bulan Januari, dan selanjutnya dilakukan tindakan. Namun, diakuinya, jika yang pertama ini karena ada masalah sedikit keterlambatan di tanam, artinya di panennya terlambat, sehingga kurang terkendali.

“Tetapi saya yakin dengan operasi raskin kemarin kita harapkan dalam seminggu, maksimal dua minggu, saya pastikan turun sampai dua ribu. Ini menjadi pelajaran bagi kita semuanya agar bila naik sedikit bisa segera dikejar,” tegas Presiden dilansir dari laman Setkab.

Kepala Negara didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin Sidang Kabinet Paripurna di kantor Presiden, Jakarta (Rabu, 4/3). Dalam pidato pengantarnya, Jokowi meminta kepada para menteri, terutama hal yang berkaitan dengan sembako untuk dipantau. Ia menyebutkan, berawal dari kenaikan harga pokok atau sembako itu tinggi rendahnya inflasi dimulai, sebagaimana yang terjadi dengan kenaikan harga beras.

Sebelumnya, Jokowi memprediksi harga beras bakal turun dalam dua hingga tiga hari ke depan. Musababnya, harga beras di Cipinang sudah turun mulai sejak kemarin. Menurut Jokowi masih melambungnya harga beras itu lantaran adanya masalah stok lawas milik pedagang yang harganya masih tinggi.

“Saya tadi cek rata-rata agen masih memiliki stok antara satu hingga dua ton,” kata Jokowi di Pasar Rawamangun, Sabtu 28 Februari 2015. Ia pun memperkirakan bahwa dalam dua pekan harga akan kembali normal. “Turunnya bisa Rp 700 hingga Rp 1.000 per kilogram,” kata Presiden.(rz)