"Demi Allah, Kejadian Itu Benar," ujar Williardi

Selasa, 10/11/2009 16:32 WIB | Arsip | Cetak

Pengadilan kasus Antasari Azhar mulai menunjukkan alur konspirasi. Setidaknya, inilah yang bisa ditangkap dari kesaksian yang disampaikan Williardi Wizar di Persidangan Kasus Pembunuhan Nasrudin Zulkarnen di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini.

Menurut Wiliardi, pada suatu tengah malam, ketika tengah menjalani pemeriksaan, ia didatangi Direktur Reserse Polda Metro Jaya yang mengatakan semua itu perintah atasan. Saat itulah dikatakan bahwa Antarasarilah yang menjadi sasaran mereka. Wiliardi bersumpah bahwa kejadian ini benar.

“Demi Allah, kejadian itu benar,” ujar Wiliardi.

Menyaksikan pengakuan mantan Kapolres Jakarta Selatan itu, terdakwa Antasari pun langsung trenyuh. Antasari langsung menitikkan air mata. “Allahu Akbar,” ujar Antasari. Ia menambahkan bahwa enam bulan sudah ia ditahan, dan baru kali ini ia benar-benar terkejut dengan sebuah kesaksian yang disampaikan Williardi.

Di persidangan sebelumnya, Williardi juga menjelaskan soal posisinya dalam eksekusi pembunuhan terhadap Nasrudin. Jelas-jelas, Williardi menolak bahwa dialah yang menugaskan para eksekutor untuk melakukan pembunuhan terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

Williardi juga menyatakan sumpah bahwa dia tidak memerintahkan para eksekutor untuk melakukan pembunuhan. “Tidak ada perintah dari saya kepada mereka untuk menghabisi orang itu,” kata Williardi di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin.

Williardi mengaku bahwa ia terlibat dalam kasus ini, semata-mata, karena merupakan tugas negara yang diinstruksikan petinggi kepolisian. Tugas itu, menurut Williardi, disampaikan Sekretaris Pribadi Kapolri yang bernama Arif kepada mantan Kapolres Jakarta Selatan, Komisaris Besar Chairul Anwar sebagai ketua tim. Isi tugas ada di amplop coklat dan diserahkan kepada Sigit Haryo Wibisono yang kemudian menjadi koordinator.

Dalam hal ini, Williardi sama sekali tidak paham hubungan Sigit dengan petinggi Polri. “Saya disuruh untuk melakukan tugas karena instruksi atasan, saya lakukan setelah mendapat amplop coklat berisi gambar orang yang harus disingkirkan,” jelas Williardi.

Selanjutnya, dalam melaksanakan tugas negara itu, dibentuklah empat tim. Williardi mengaku bahwa ia ditugaskan Sigit untuk mencari beberapa orang di luar kepolisian dan tentara untuk melakukan tugas negara. Williardi pun mendatangi Jerry Hermawan Lo untuk mencarikan eksekutor yang bisa menghabisi Nasrudin.

Seperti diberitakan sejumlah media bahwa Nasrudin Zulkarnaen ditembak pada tanggal 14 Maret 2009 di Padang Golf Moderland, Tangerang. Nasrudin tewas setelah dua butir peluru menembus kepalanya. Mnh/dtk/inlh

foto: wordpress

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang