Ketua DPP PAN: Tiga Kriteria Menteri yang Perlu di Reshuffle
Waktu yang dijanjikan oleh Presiden SBY untuk me-reshuffle kabinetnya pada awal Mei tinggal hitungan jam. Ketua DPP PAN Muhammad Najib mengajukan tiga kriteria menteri yang layak terkena reshuffle.
Pertama, alasan kesehatan, di mana secara fisik menteri itu tidak dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan optimal. Kedua, terlibat skandal sehingga mengakibatkan kinerja dan legitimasinya terganggu, dan ketiga faktor performa.
"Saya tidak bisa sebut namanya tapi pasti presiden dan wakil presiden sudah mempunyai catatan tentang kriteria-kriteria tersebut, "ujarnya di sela-sela diskusi publik, di Aula Universitas Paramdina, Jakarta, Senin (30/4).
Menurutnya, untuk menghindari keterpurukan atas citra pemerintah dan kehilangan harapan dari masyarakat, Presiden SBY harus melakukan perubahan sesuai dengan waktu yang ditetapkan.
"Publik mempunyai hak sendiri untuk menilai, tapi kalau Presiden mempunyai pandangan memang perlu diganti dengan yang baik, mudah-mudahan masalah bisa dituntaskan dengan reshuffle, " tandasnya.
Najib juga menilai, perlombaan untuk mendapat citra positif secara tidak sadar telah dilakukan oleh pasangan Presiden dan Wapres, yang terlihat dalam kasus lumpur Lapindo, di mana warga Perumtas yang pertengahan April lalu ke Jakarta sulit sekali bertemu dengan Presiden. Namun ketika Wapres telah menerima mereka, barulah SBY membuka pintu untuk berdialog dengan warga Perumtas.
Ia berharap, dengan adanya reshuffle kabinet, kedua pemimpin itu dapat menyatu, dan tidak berjalan dengan agendanya masing-masing menuju pemilu 2009.(novel)
Lainnya (Arsip)
- PBNU Desak Parlemen Indonesia, Galang Dukungan untuk Perdamaian di Timur Tengah
Senin, 30/04/2007 16:52 WIB - Ribuan Buruh Akan Kepung Istana Negara
Senin, 30/04/2007 16:46 WIB - Dokumen Tidak Lengkap, Perlambat Ganti Rugi Korban Lapindo
Senin, 30/04/2007 14:03 WIB - Menteri-Menteri Korup Harus Segera Diganti
Jumat, 27/04/2007 15:59 WIB - Pengamat Politik: HNW, Jimly Asshidiqy Bisa Diajukan Jadi Capres-Cawapres
Jumat, 27/04/2007 15:57 WIB
Berita Nasional
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




