Ketua DPR Setuju Gaji Menteri Naik

Selasa, 27/10/2009 14:14 WIB | Arsip | Cetak

 


Jakarta—Ketua DPR, Marzuki Alie, menyatakan dukungannya terhadap kenaikan gaji pejabat negara, termasuk presiden, menteri, DPR/MPR. Namun, dukungan ini disayangkan oleh pimpinan DPR lain yang tidak sepakat akan kenaikan gaji tersebut yang dinilai tidak empati terhadap rakyat.

Marzuki mengatakan bahwa kenaikan gaji tersebut wajar-wajar saja karena dilihat dari besarnya tanggung jawab mengurus negara, sudah selayaknya menteri tidak disamakan dengan buruh. "UMR tidak bisa dibandingkan dengan gaji menteri. Menteri itu tanggung jawabnya republik ini. Jangan kita bandingkan menteri dengan buruh pabrik. Menteri itu mikir negara, mikir republik ini," kata Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/10/2009).

Lebih jauh, Marzuki berpendapat bahwa gaji menteri masih lebih rendah dari gaji profesional yang mencapai ratusan juta. Dengan jumlah APBN yang mencapai Rp 1.000 trilyun, ia berpendapat, kenaikan gaji menteri tidak terlalu signifikan, meskipun ia juga tetap mempertimbangkan asas kepatutan dan kepantasan.

Di lain pihak, Pramono Anung, Wakil Ketua DPR dari F-PDIP berpendapat bahwa kenaikan gaji menteri ini belum perlu dilakukan karena menteri yang baru diangkat belum menunjukkan kinerjanya.

Sungguh berbeda dengan pernyataan Ketua MPR Taufiq Kiemas, yang juga berasal dari F-PDIP, yang menyatakan bahwa kenaikan gaji tersebut adalah hal wajar karena penghasilan pemerintah dinilai sudah cukup.

"Kalau menteri saja yang naik, tidak prorakyat. Ini kan yang naik semuanya, ya wajar-wajar saja. Pertumbuhan ekonomi kan mencapai 8 persen. Berarti, pemerintah sudah memperhatikan kesejahteraan rakyat. Naiknya juga proporsional dari prajurit sampai menteri. Kalau sampai presiden naik juga tidak masalah," ujar Taufiq Kiemas yang juga suami dari Megawati Soekarnoputri.

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menneg PAN), E.E. Mangindaan, kini sedang menggodok mekanisme kenaikan gaji pejabat negara yang dijadwalkan akan final pada 2010.

Sementara itu, menurut data yang dilansir Kepala Bagian Anggaran Departemen Keuangan pada 28 Januari 2005, hingga Senin (26/10/2009) belum ada perubahan gaji para pejabat negara. Artinya, selama kurang lebih 4 tahun para pejabat negara tidak mengalami kenaikan gaji.

Berikut ini adalah daftar gaji yang dikeluarkan Kepala Bagian Anggaran Departemen Keuangan pada 28 Januari 2005.

Presiden
Gaji pokok: Rp30.240.000
Tunjangan jabatan: Rp32.500.000
Total: Rp62.740.000

Wakil Presiden
Gaji Pokok: Rp20.160.000
Tunjangan jabatan: Rp22.000.000
Total: Rp42.160.000

Menteri Negara, Jaksa Agung, Panglima TNI dan pejabat lain yang setingkat atau disetarakan dengan Menteri Keuangan
Gaji pokok: Rp5.040.000
Tunjangan jabatan: Rp13.608.000
Total: Rp18.648.000

Ketua DPR
Gaji pokok: Rp5.040.000
Tunjangan jabatan: Rp18.900.000
Uang paket: Rp2.000.000
Komunikasi Intensif: Rp4.968.000
Total: Rp30.908.000

Ketua Mahkamah Agung (MA)
Gaji pokok: Rp5.040.000
Tunjangan jabatan: Rp18.900.000
Uang paket: Rp450.000
Total: Rp24.390.000

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
Gaji pokok: Rp5.040.000
Tunjangan jabatan: Rp18.900.000
Total: Rp23.940.000

Wakil Ketua DPR
Gaji pokok: Rp4.620.000
Tunjangan jabatan: Rp15.600.000
Uang paket: Rp2.000.000
Komunikasi Intensif: Rp4.554.000
Total: Rp26.774.000

Anggota DPR sebagai Ketua Komisi atau Badan
Gaji pokok: Rp4.200.000
Tunjangan jabatan: Rp9.700.000
Uang paket: Rp2.000.000
Tunjangan kehormatan: Rp4.460.000
Komunikasi Intensif: Rp4.140.000
Bantuan listrik: Rp4.000.000
Total: Rp28.500.000

Anggota DPR sebagai Wakil Ketua Komisi atau Badan
Gaji pokok: Rp4.200.000
Tunjangan jabatan: Rp9.700.000
Uang paket: Rp2.000.000
Tunjangan kehormatan: Rp4.300.000
Komunikasi Intensif: Rp4.410.000
Bantuan listrik: Rp4.000.000
Total: Rp28.340.000

Anggota DPR sebagai Anggota Komisi atau Badan
Gaji pokok: Rp4.200.000
Tunjangan jabatan: Rp9.700.000
Uang paket: Rp2.000.000
Tunjangan kehormatan: Rp3.720.000
Komunikasi Intensif: Rp4.410.000
Bantuan listrik: Rp4.000.000
Total: Rp27.760.000

Gubernur BI
pada tahun 2007 telah mengalami kenaikan dari Rp156 juta per bulan menjadi Rp162,2 juta per bulan.

Deputi Gubernur BI
total gaji Rp136,2 juta per bulan

Melihat angka-angka tersebut dan mengingat banyaknya bencana alam yang melanda Indonesia, selayaknya rakyat miris jika kenaikan gaji tersebut tetap dilaksanakan. (Ind/berbagai sumber)

foto: inilah.com

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang