KH. Ali Musthafa Yakub : Perbuatan Riba Menodai Larangan Allah

Kamis, 23/10/2008 05:44 WIB | Arsip | Cetak

Masih ada yang anggapan yang salah dari beberapa kalangan bahwa riba itu tidak ada bedanya dengan jual beli. Padahal memakan riba adalah perbuatan haram yang luar biasa, hal ini ditegaskan oleh Allah secara langsung tanpa melalui ijtihaj ulama. Demikian disampaikan oleh Pakar Hadis Prof. KH. Ali Musthafa Yakub dalam Seminar Nasional tentang Hadis Ekonomi Syariah, di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (22/10).

"Keharaman riba itu masuk dalam wilayah yang namanya syariah, bukan fiqih lagi. Yang kedua tidak ada perbuatan haram yang diumumkan oleh Allah, siapa yang melanggar perangilah. Allah mengumumkan memerangi orang-orang yang memakan riba," jelasnya.

Sebagaimana pendapat Imam Syarifuddin At-Thibi pada abad ke-8 yang mengaitkan riba dengan zina, menurutnya, Imam At-Thibi orang yang memakan dan menghalalkan riba itu berarti telah menodai larangan-larangan Allah dan dosa besar.

Imam At-Thibi, lanjut Kyai Musthafa, berzina seandainya tidak ditetapkan Allah, orang sudah banyak tahu, sedangkan oleh sebab itu pengharaman riba jauh lebih tinggi, tidak dapat dipahami kecuali berdasarkan ajaran Allah.

"Sementara pengharaman zina banyak orang yang tahu meski pun tanpa ada dalil-dalil dari Allah dan Rasulnya, secara kesehatan orang tahu, secara moral tradisi orang tahu, dan ini adalah perbuatan yang dilarang," jelasnya.

Ia menambahkan, rambu-rambu dan aturan mengenai keharaman riba ini perlu untuk dijelaskan, sebab diharamkan saja tanpa ada hadis-hadis yang menguatkan tidak akan efektif.

Karenanya, untuk menghindari praktek ribawi dalam sistem ekonomi, Kyai Musthafa menegaskan, umat Islam berkewajiban untuk menerapkan sistem ekonomi syariah dalam kehidupannya. (novel)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang