Kondisi Al-Aqsha Jadi Barometer Kesungguhan Umat Islam

Ketua Divisi Luar Negeri Al-Quds Institution Yaman Syaikh Dr. Mahmoud Abdul Majid Al-Khatib menyatakan, pembebasan kawasan Masjid Al-Aqsha Palestina dari penjajahan Zionis Israel tidak dapat terlepas dari masalah Akidah Islam.
Hal itu pada Seminar Al-Aqsha Haqquna Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Jawa Barat di Bandung Sabtu, 3 Dzulqa’dah 1429 H. / 1 November 2008 M.
Menurutnya, keterkaitan dengan akidah Islam disebabkan Al-Aqsha adalah nama yang Allah cantumkan di dalam Al-Quran, kiblat pertama umat Islam, tempat isra mi’raj Nabi Muhammad SAW serta negeri para nabi utusan Allah.
“Al-Qur’an sebagai petunjuk yang benar, khususnya di dalam surat Al-Isra ayat pertama jelas menunjukkan betapa Allah memuliakan Masjid Al-Aqsha. Berarti Al-Aqsha tidak lepas dari akidah seorang muslim,” tegas pria kelahiran Nablus Palestina dalam siaran persnya kepada Eramuslim.
Sementara itu, Syaikh Dr. Su’ud Abu Mahfudz, Pemimpin Redaksi Majalah Sabil Jordania mengatakan, kondisi Al-Aqsha menjadi barometer kesungguhan umat Islam di dalam memperhatikannya.
"Kunci keberkahan dan harga diri umat Islam terletak pada sesungguhannya dalam membebaskan Al-Aqsha," tandasnya di depan sekitar 1.200 peserta seminar yang datang dari berbagai utusan di Indonesia , Malaysia , Yaman, dan Jordania.
Pada kesempatan sama Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Muhyiddin Hamidy mengatakan, mengingat masalah Al-Aqsha tidak terlepas dari akidah Islam, maka membebaskannya pun harus dengan cara akidah Islam.
“Secara akidah, selama Al-Aqsha masih terjajah, maka selama itu pula umat Islam masih dalam kondisi terhina dan mudah dipecah-belah. Sebaliknya kalau kehormatan Islam dan muslimin ingin terwujud, maka caranya adalah dengan berupaya semaksimal mungkin mengembalikan Al-Aqsha ke pangkuan muslimin,” ujar Imaam.
Menurutnya, dengan landasan akidah Islam, maka membebaskan Al-Aqsha bagi Allah adalah masalah yang mudah, sebagaimana Allah memenagkan umat Islam pada Perang Badar, tabuk, Fathu Mekkah, dan sebagainya.
Bebaskan Secara Berjamaah
Pada seminar bertema “Aksi Nyata Mengembalikan Al-Aqsha ke Pangkuan Muslimin” itu, Taher Hamad, Sekretaris Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia menyatakan, secara historis Masjid Al-Aqsha adalah hak sah milik umat Islam. Karena itu membebaskannya dari cengkeraman penjajah Israel pun menjadi kewajiban umat Islam di manapun berada secara berjama’ah.
“Dengan berjama’ah maka akan muncul kekuatan hebat dari Allah. Sebab tangan Allah bersama al-jama’ah,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Sekretaris Ulama Asia Tenggara (SHURA) DR Abdul Ghani Shamsudinberkedudukan di Kuala Lumpur Malaysia menambahkan, pentingnya bergerak secara berjama’ah segenap komponen umat Islam di dunia dalam mewujudkan solidaritas bagi kemerdekaan kawasan Al-Aqsha Pelestina dan sekitarnya.
Sementara itu, Ust. Ferry Nur, Sekjen Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA) mengungkapkan, telah banyak berbagai aksi yang menyatakan dukungannya terhadap perjuangan Al-Aqsha dan Palesatina. Tinggal berbagai komponen gerakan tersebut saling menguatkan menghadapi konspirasi zionis.
“Diperlukan orang-orang berhati ikhlas, berjiwa takwa, dan berjuang sungguh-sungguh, di jalan Allah dalam memperjuangkan pembebasan Al-Aqsha,” tegasnya.(novel)
Lainnya (Arsip)
- Din : Perlu Gerakan Baru untuk Cegah Kerusakan Dunia
Senin, 03/11/2008 16:06 WIB - Indonesia Tegaskan Komitmennya Dukung Perjuangan Bangsa Palestina
Jumat, 31/10/2008 17:35 WIB - Habib Riziq : Langsung Mengajukan Banding
Kamis, 30/10/2008 13:35 WIB - Menag : Anggaran Untuk Pesantren Masih Belum Memadai
Senin, 27/10/2008 05:43 WIB - TPM Jalankan Kewajiban Dampingi Amrozi Cs Sebelum Eksekusi
Sabtu, 25/10/2008 17:43 WIB
Berita Nasional
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




