Kontroversi Menkes Endang Rahayu

Jumat, 23/10/2009 14:48 WIB | Arsip | Cetak

Publik masih menganggap bahwa kontroversi soal penunjukkan SBY kepada Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai menteri kesehatan masih belum selesai. Pasalnya, Endang ditengarai mempunyai agenda untuk menghidupkan kembali proyek Naval Medical Research Unit 2 (Namru 2) yang merugikan Indonesia.

Padahal proyek ini sudah ditutup setelah ada kesepakatan antara pemerintah yang diwakili menkes sebelumnya, Siti Fadilah Supari dengan komisi IX DPR. Mantan Menkes, Siti Fadilah Supari menghendaki kerja sama tersebut dihentikan karena tidak mendatangkan manfaat dan tidak memberikan keadilan dan kesetaraan. DPR menyetujui sikap itu, bahkan mencurigai Namru-2 melakukan aktvitas intelijen.

Siti Fadilah pun sudah mengirim surat penghentian kerja sama pada 16 Oktober dengan No 919/Menkes/X/2009. Surat dikirim kepada Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Cameron Hume. Kerja sama dengan Namru-2 telah berlangsung sejak 16 Januari 1970.

Bahkan, kepada wartawan usai acara serah terima kemarin, Siti Fadilah membenarkan bahwa Endang Rahayu yang juga lulusan Harvard University ini termasuk orang yang dicap bermasalah karena membawa specimen virus flu burung ke luar negeri. Dan ini merupakan pelanggaran.

Kini publik dikejutkan dengan ucapan Endang Rahayu sebelum dilantik menjadi menteri, bahwa ia akan memperbaharui kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Namru 2.

Ketua Presidium Mer-C, Dr. Yose Rizal Jurnalis menyatakan keberatannya. “Sekarang ini sudah banyak penyakit tidak jelas di Indonesia dan kita mencurigai penyebaran itu direkayasa,” ucap Jose saat jumpa pers di kantor pusat Mer-C Jalan Kramat Lontar Jakarta Pusat, siang tadi.

Menurut Jose, Namru-2 yang dianggap sudah membantu Indonesia meneliti penyakit bahaya malah membawa masalah baru. Meskipun ada sedikit keuntungan dari peneliti Indonesia karena sudah dilibatkan, tapi persoalannya pelibatan terhadap tim peneliti itu hanya sebatas pencari sampel dan pengambil sampel saja. Tidak ada kedudukan yang strategis atau akses bagi peneliti Indonesia untuk masuk lebih dalam. (mnh dari berbagai sumber)

foto: detiknews

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang