Erry Riyana: Korupsi Lebih Jahat dari Narkotika dan Terorisme

Senin, 10/08/2009 15:53 WIB | Arsip | Cetak

“Isu utama yang harus diperjuangkan mahasiswa saat ini, saya kira hanya dua yang tetap relevan: penyalahgunaan narkotika dan korupsi. Penyebaran narkotika jelas merusak masa depan anak bangsa. Tapi, korupsi lebih jahat dari narkotika dan juga terorisme. Korban korupsi bisa sangat banyak karena menyangkut hajat hidup semua orang,” jelas Erry.

Hal itu diucapkan mantan pimpinan KPK ini dalam acara diskusi Pendidikan Kepemimpinan Nasional yang diselenggarakan oleh lembaga program pembinaan sumber daya manusia strategis atau PPSDMS Nurul Fikri di Jakarta, Sabtu lalu.

Dalam kaitannya dengan posisi KPK sekarang, Erry berpendapat: “Pimpinan KPK mungkin saja terlibat masalah, seperti tarik-menarik dengan kepolisian saat ini. Tapi, KPK sebagai lembaga pemberantas korupsi harus tetap eksis dan efektif menjalankan tugasnya. Jangan biarkan pihak tertentu yang ingin melemahkan otoritas KPK.”

Namun, Erry tidak menjelaskan pihak tertentu mana yang ingin melemahkan otoritas KPK.

Sikap itu langsung didukung para mahasiswa yang berasal dari tujuh perguruan tinggi negeri, yakni Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Univeritas Padjadjaran Bandung, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga dan Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya.

“Setelah diskusi ini kita harus bergerak untuk mengawal kasus korupsi di wilayah masing-masing. Jangan cuma jadi wacana,” ujar Muhammad Aldhira, mahasiswa Unpad. Dan, seluruh peserta pun setuju untuk melakukan perang total melawan koprupsi.

Selain Erry, turut hadir seorang pakar hukum, Arief T. Surowidjojo. Arief menegaskan, mahasiswa dapat memperkuat agenda antikorupsi dengan, “Bergerak fokus dan massif. Diskusikan dan sepakati isu apa yang paling menentukan terbentuknya pemerintahan yang bersih. Apakah reformasi birokrasi, pembersihan aparat penegak hukum atau perlindungan saksi serta peningkatan partisipasi masyarakat? Setelah itu, buat gerakan yang konsisten,” papar Arief.

Selain dua pembicara tadi, turut hadir sebagai pembicara Arifin Panigoro. Mantan ketua fraksi PDIP di awal era reformasi ini mengatakan, ada dua masalah besar yang harus diperhatikan gerakan mahasiswa di masa kini dan mendatang, korupsi dan kemiskinan.

”Korupsi sudah melekat dan melembaga di dalam sistem sosial, politik dan ekonomi kita, sehingga siapapun yang berkuasa akan terpengaruh. Presidennya mungkin bersih, tapi bagaimana dengan keluarganya dan orang di lingkaran terdekatnya?” jelas Arifin. Korupsi menimbulkan fenomena yang lebih akut, yakni kemiskinan, karena segenap sumber daya publik hanya dinikmati segelintir oknum yang berkolusi dengan kekuasaan.

Pendidikan Kepemimpinan Nasional yang diadakan PPSDMS Nurul Fikri ini berlangsung dari tanggal 5 hingga 8 Agustus lalu di kantor PPSDMS yang tidak jauh dari kampus Universitas Indonesia Depok. (dikirim oleh Sapto Waluyo)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang