Mahasiswa Unas Meninggal, Akibat Insiden Penyerbuan 24 Mei Lalu

Jumat, 20/06/2008 22:18 WIB | Arsip | Cetak

Penyerbuaan polisi dengan brutal ke dalam kampus Universitas Nasional (UNAS), di Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta pada tanggal 24 Mei menyisakan duka mendalam. Maftuh Fauzi (27 tahun), salah seorang Mahasiswa yang menjadi korban kekerasan polisi saat melakukan unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM, meninggal dunia di RS Pusat Pertamina, akibat oleh infeksi sistemik di seluruh tubuhnya.

"Sudah di CTScan di bagian kepala, tidak ditemukan ada kelainan. Kami tidak menemunkan tanda-tanda kekerasan. infeksi sistemik yang menggerogoti tubuh Mastuh menyebabkan tidak berfungsinya sel syaraf pada tubuh. Akibat infeksi sistemik itu, fungsi alat tubuh tidak berfungsi lagi, " jelas Dokter Spesialis Syaraf Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Widia Sarkawi, di RSPP, Jakarta, Jum'at (20/6).

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Maftuh mendapat perawatan intensif di ruangan ICU RSPP sejak Rabu 18 Juni kemarin. Sebelumnya, mahasiswa Jurusan Sastra Inggris angkatan 2003 ini juga mendapat perawatan di RS UKI. Bahkan sebelum meninggal Mastuh menggunakan alat bantu pernapasan.

Selain menyerbu masuk kampus, polisi juga melakukan serangan brutal dengan memukuli, menembakkan gas air mata, dan menangkap 100 orang mahasiswa yang ada di tempat tersebut.

Terkait dengan kematian mahasiswa akibat korban Insiden Unas, LBH Jakarta siap memberikan pendampingan terhadap keluarga Maftuh Fauzi.

"Kita siap mendampingi jika keluarga ingin menggugat pihak yang bertanggung jawab, " kata Kuasa Hukum Mahasiswa Unas Edi Halomoan Gurning.

Menurutnya, dalam UU kepolisian secara hirarki Kapolri Jendral Pol. Sutanto turut bertanggungjawab."Kerugian yang ditimbulkan bukan hanya materi tetapi sudah nyawa, " tandasnya.

Mahasiswa Unas ini tewas akibat mengalami luka di kepala akibat kena pentung polisi saat menentang aksi kenaikan harga BBM di kampusnya.

Tindakan brutal polisi juga berlangsung di kampus Universitas Hasanuddin (23/05/08). Ratusan mahasiswa yang melakukan aksi setelah pengumuman kenaikan BBM, tiba-tiba diserbu oleh polisi dengan alasan tidak jelas. Kejadian ini telah menambah daftar kebrutalan polisi dan kurun sebulan terakhir. (novel)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang