Mahasiswi Makassar: "Kawan-kawan, Musdah Mulia Adalah Orang Amerika!"

Seminar perempuan tingkat nasional bertema "Adilkah Bangsa dan Agama Terhadapmu" di Gedung Mulo, Jl Sungai Saddang, Makassar, Senin (30/5), seperti menjadi ajang penghakiman bagi Profesor Musdah Mulia, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Acara yang memang “panas” ini semakin panas ketika Umi Kultsum, Mahasiswi Unhas, melontarkan kritikan pedas kepada Musdah Mulia yang terkenal atas gagasan liberalnya dan sikapnya yang membawa nama Islam untuk mengizinkan perilaku homoseksualitas.

"Kawan-kawan sekalian, kita harus mempertanyakan sosok Prof Musdah yang kontroversial ini. Ia adalah orang Amerika. Ia adalah pendukung Amerika yang liberal," teriak Umi Kultsum yang juga tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (Unhas) angkatan 2006

Kekesalan dan emosi para peserta karena Musdah yang meraih penghargaan internasional dan uang senilai Rp 6 miliar dari AS itu dianggap telah memojokkan dan mengutak-atik ajaran Islam lantaran idealismenya yang pro Barat.

Suasana jadi kian tegang karena Musdah juga membalas kritikan mahasiswa dengan nada mengancam. Moderator kaget dan kewalahan mengendalikan jalannya diskusi.

"Hati-hati yah kalau adik berkata-kata, saya bisa tuntut anda pasal pelecehan jika anda mengkritisi saya seperti itu. Anda ini kan mengambil data dari Sabili dan Suara Islam. Kedua majalah ini bukan bacaan kaum intelektual. Kedua majalah itu kerja cuma menghina orang," kata Musdah sewot.

"Makanya baca dulu buku saya kalau mau berkomentar tentang saya. Jangan seenaknya aja mengkritik seperti itu," tambahnya mengelak.

Rata-rata peserta seminar adalah mahasiswi dari berbagai kampus di Kota Makassar. Juga terdapat anggota wanita dari Hizbut Tahrir dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Seminar berlangsung kian menegangkan karena diwarnai perdebatan dan hujatan dari peserta ke seorang pemateri Musdah Mulia.

Sebelumnya, Musdah Mulia didaulat sebagai pemateri oleh dua pemateri sebelumnya. Musdah dikenal sebagai profesor penerima nobel internasional tentang legalnya homoseksual. Peserta dari kalangan mahasiswi rata-rata satu suara mengkritisi pernyataan-pernyataan Musdah dianggap kontroversial. Suasana dalam ruangan layaknya unjuk rasa mahasiswi terhadap Musda.

Musdah Mulia memang terkenal sebagai sosok kontroversial. Dalam sebuah diskusi yang diadakan di Jakarta hari Kamis 27 maret 2008, tiba-tiba ia mengeluarkan pernyataan bahwa homoseksual dan homoseksualitas adalah kelaziman dan dibuat oleh Tuhan, dengan begitu diizinkan juga dalam agama Islam.

Tak hanya itu, Siti Musdah melanjutkan bahwa sarjana-sarjana Islam moderat mengatakan tidak ada pertimbangan untuk menolak homoseksual dalam Islam, dan bahwa pelarangan homoseks dan homoseksualitas hanya merupakan tendensi para ulama. (pz/trib/hid)