Menag: Bukan Zamannya Kita Bertikai Karena Berbeda Keyakinan

Selasa, 23/12/2008 17:09 WIB | Arsip | Cetak

Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni menegakan, saat ini bukan zamannya lagi kita bertikai satu sama lain hanya karena berbeda keyakinan dan agama yang dianut. Hal itu diungkapkan Menag saat menutup Kongres II Pemuka Agama se Indonesia, di Jakarta, Selasa (23/12).

“Hendaknya semua komponen bangsa menghilangkan sifat curiga yang berlebihan dan membiasakan kerjasama sosial antar umat secara tulus dan terbuka,” ucap Menag.

Menag menyatakan, bercermin pada sejarah bangsa-bangsa yang maju, ternyata tidak ada suatu bangsa pun yang bisa jaya di atas petikaian dan permusuhan.”Saya sangat bersyukur para pemuka agama ikut mengambil peran, ikut berjuang memperkuat daya kompetitif bangsa di tengah-tengah situasi global yang kurang menguntungkan,”ucapnya.

Menurut Menag, ke depan, kita harus lebih fokus menghadapi musuh bersama yang berupa batu penghalang bagi kemajuan dan martabat bangsa, yaitu memerangi korupsi dan memberantas penyakit sosial lainnya, seperti kebodohan,kemiskinan, narkoba, tindak kriminal, sadisme dan lain-lain.

Perlu kita pikirkan, kata Menag Maftuh, bagaimana menumbuhkan dan mengembangkan kader tokoh-tokoh panutan masyarakat yang mampu menjembatani dan mengayomi berbagai kelompok masyarakat. “Kita perlu mendorong sikap keberagamaan umat yang sunggug-sungguh memahami dan mengamalkan agama sekaligus mampu berkehidupan sosial di tengah-tengah masyarakat yang majemuk,” kata Menag.

Pada kesempatan tersebut Menag Maftuh berharap, Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB) difungsikan secara optimal, bukan hanya sebagai pemberi rekomendasi oendirian rumah ibadat, tetapi berperan strategis memberdayakan umat dan masyarakat.

Menag meminta agar wadah kerjasama umat beragama tingkat pusat melalui pokja lintas agama dapat lebih digerakan dan berfungsi efektif merespon masalahbersama berskala nasional dan merumuskan berbagai solusi yang tepat.

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang