• Kamis, 22 Ramadhaan 1431/ 2 September 2010
 
 

Menag Ingatkan 'Nadzir' Kelola Wakaf Secara Profesional

Menteri Agama M. Maftuh Basyuni mengingatkan para pengelola wakaf (nadzir) untuk tidak memutarbalikan tujuan pemberi wakaf (wakif), apalagi untuk kepentingan keluarga atau kepentingan lainnya.

"Ini harus diperhatikan, karena pengalaman memperlihatkan wakaf diselewengkan dari tujuan awalnya, "katanya pada acara peresmian Proyek Wakaf Produktif, di Semarang, Jawa Tengah, Kamis(6/9).

Menurutnya, aturan mengenai wakaf sudah ada, tapi ketika dilaksanakan disayangkan keluarga pemberi wakaf (wakif) mengajukan tuntutan kepada nadzir, sehingga tujuan wakaf menyimpang dari tujuan awal.

Maftuh mengingatkan bahwa potensi wakaf secara nasional sangat besar, dan selain itu pemberi wakaf akan menerima pahala. Ia mencontohkan, di seluruh Indonesia lahan wakaf mencapai 1, 5 miliar meter persegi, berlokasi di sekitar 400 ribu tempat. Sehingga, apabila wakaf dikelola secara profesional akan memberikan manfaat besar bagi umat Muslim di tanah air.

Ia menambahkan, lembaga wakaf dalam sejarahnya telah memberi kontribusi bagi kesejahtaraan sosial, ekonomi dan kebudayaan Islam. Karena itu, wakaf menjadi penting dan Nabi Muhammad SAW telah memberikan contoh, ketika memerintahkan Umar bin Khattab agar mewakafkan sebidang tanah kesayangannya di Khaibar.

"Substansi perintah Nabi adalah menekankan pentingnya menahan eksistensi benda wakaf dengan cara mengelola secara profesional, hasilnya untuk kepentingan kebajikan umum, "jelasnya.

Menteri Agama mengaku, masih ada pemahaman yang berbeda dari sebagian ulama, bahwa benda wakaf tak boleh dikembangkan meski telah rusak atau tak memberi manfaat. Ia berpendapat, hal ini terjadi karena belum muncul kesadaran umat Islam untuk memberdayakan wakaf secara profesional.

"Pemerintah akan terus mendorong masyarakat, agar wakaf dapat diberdayakan secara produktif, "imbuhnya.

Sebelumnya, Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. Nasaruddin Umar MA menjelaskan bahwa pihaknya terus menggalang potensi wakaf dan membangkitkan partisipasi umat untuk memberdayakan tanah wakaf.(novel)

Kamis, 06/09/2007 18:54 WIB | email | print | share
 
 
 
 

Berita Nasional Lainnya

Berita Nasional
membuka hati dan pikiran kita
 
   
 
 

PELUANG

 
 
 

Realistiskah Target Konversi Bank BUMN Menjadi Syariah?
Realistiskah target untuk mengkonversi salah satu bank BUMN menjadi bank syariah? Menjaab pertanyaan tersebut A. Riawan Amin selaku Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbi...

BI Dorong UUS Percepat Spin Off
Upaya Bank Indonesia (BI) unttuk mendorong penetrasi pasar perbankan syariah Indonesia  dengan menganjurkan kepada Unit Usaha Syariah (UUS) untuk mempercepat spin off menjadi...

3 BPD Syariah Terbaik 2010 Versi Majalah Investor
Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Pembangunan Daerah (BPD) memperoleh penghargaan sebagai UUS Terbaik 2010 dari Majalah Investor. Ketiga BPD Syariah tersebut adalah UUS BPD Aceh d...

Prof Thoby Mutis : Bank Syariah Lebih Banyak Kembangkan Musyarakah Fund!
Prof Thoby Mutis merupakan sosok yang tak bisa dilepaskan dari Universitas Trisakti. Saat ini Prof Thoby Mutis merupakan Rektor Universitas Swasta Ternama di Indonesia. Dibawa...

 
 
 
 
 
 
 
 
 
Education Corner

Anak Pemarah

Saya wanita bekerja dengan 4 anak yg masih kecil-kecil paling besar kelas lima SD, saya membesarkan anak-anak sendiri tanpa didampingi suami karena suami jauh. Karena saya sendiri kadang-kadang dalam mendidik anak saya terlau emosional.

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Dr. Indah SPKK, Rawat Pasien dengan Senyum Indah

Ketika ditanya apa alasannya mau menjadi relawan di LKC, Dokter Indah menjawabnya dengan senyuman. "Motivasinya hanya untuk berbagi dengan sesama."

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Pengungsi Sinabung, Logistik Masih Minim

Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut beberapa hari ini cenderung menurun. Namun, segala kemungkinan bisa saja terjadi, seperti meletusnya gunung ini Minggu (29/8) dini hari yang di luar prediksi para ahli.