Mengapa Masih Ragu?

Selasa, 17/11/2009 07:52 WIB | Arsip | Cetak

Menurut Anis Baswedan, anggota Tim Delapan, menyatakan bahwa rombongan Tim akan diterima Presiden SBY, Selasa (17/11), pukul 14.00, bertempat di Wisma Negara. Pertemuan siang nanti, selanjutnya Tim Delapan, yang dipimpin Adnan Buyung Nasution, menyerahkan hasil rekomendasi yang bersifat final kepada Presiden.

Sejumlah kalangan menginginkan adanya tindakan yang cepat dan tegas, tidak lagi ditunda-tunda yang berkaitan dengan kasus Wakil Ketua (non aktif) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

Menurut peniliti Lembaga  Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusabakti, menyatakan, “Tidak ada jalan lain, rekomendasi Tim Delapan harus segera diimplementasikan”, ucapnya. Ikrar juga mengingatkan kasus perseteruan antara Polri dan KPK tidak berdiri sendiri, melainkan terkait banyak hal, diantaranya kasus Bank Century. Jika ini dibiarkan berlarut-larut, kekecewaan masyarakat akan bertumpuk. Dan, ini dapat menimbulkan ledakan sosial, yang tidak dapat diprediksi akibatnya.

Dibagian lain, Eef Syaifulloh Fatah, menyampaikan temuannya di berbagai forum, yang dia hadiri, dan bertemu dengan beragam kalangan yang mereka memiliki keheranan. Mengapa Presiden SBY terlihat sangat lamban, dan tidak tegas dalam perkara percekcokan diantara institusi kepolisian dan Kejaksaan Agung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Lebih lanjut, Eef melihat seola-olah Presiden SBY, sebagai pemimpin yang kikuk dan terpasung dalam ruang gerak yang amat terbatas. Padahal Presiden pemilik kekuasaan besar, yang mendapatkan dukungan luas rakyat Indonesia, tapi seakan tidak  tahu menggunakan kekuasaan sepatutnya, tambah Eef. Sampai, tokoh cendekiawan muda, yang alumnus FISIP UI ini, tanpa ragu menyatakan, ada gejala apa yang ia sebut sabagai gejala ‘disfungsi Presiden’. Presiden yang semestinya menampilkan diri sebagai pemimpin  yang kuat dan berpendirian, justru tergagap-gagap dan tertatih-tatih dalam ruang gerak yang sempit. (Kompas, 117/11).

Padahal, Presiden SBY, memiliki legitimasi yang sangat kuat, karena adanya dukungan rakyat langsung, setidaknya 60,6 persen rakyat Indonesia mendukungnya dalam pemilu lalu. Masih ditambah dengan dukungan partai-partai politik, yang diikat dengan koalisi, yang jumlahnya lebih dari dua puluh partai politik, yang mendukung Presiden SBY ketika deklarasi pencalonan calon presiden di pemilu 2009 yang lalu. Di parlemen lebih kuat lagi, di mana tak kurang 75 persen suara, tak lain suara partai-partai koalisi. Seperti, PKS, Demokrat, Golkar, PPP, PKB, dan PAN, menjadi kekuatan pendukung, yang boleh dibilang seperti diucapkan oleh mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring sebagai ‘tulang punggung’ koalisi.

Tapi, mengapa Presiden masih juga tidak berani mengambil tindakan tegas, dan situasi menjadi sangat berlarut-larut, yang mengakibatkan citranya menjadi negatif di mata rakyat. Termasuk kepercayaan rakyat juga menurun. Program 100 KIB (Kabinet Indonesia Bersatu) II, hanya tergerus oleh peristiwa politik, yang dibelakangnya tak lain, tokoh yang bernama ‘Anggodo Widjojo’.

Rakyat Indonesia akan menunggu peristiwa dan tindakan apa yang akan diambil Presiden SBY, sesudah bertemu dengan Tim Delapan, siang nanti. Rakyat dan bangsa Indonesia menunggu langkah kongkrit Presiden. (m/berbagai sumber).

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang