Peluang PKS Didepak dari Kabinet Lebih Besar

Minggu, 07/03/2010 12:21 WIB | Arsip | Cetak

Pasca keputusan akhir Century oleh DPR, ternyata berbuntut panjang buat PKS. Pengamat politik Burhanudin Muhtadi menilai bahwa di antara partai-partai koalisi yang paling berpeluang besar untuk didepak dari kabinet adalah PKS.

Hal itu disampaikan pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanudin Muhtadi dalam diskusi politik di Jakarta kemarin. “Kalau ada reshufle (pergantian menteri) yang paling berpeluang besar untuk dikorbankan adalah PKS,” ujar pengamat politik muda ini.

Ada kalkulasi politik yang menurut Burhanudin menjadi pertimbangan SBY kenapa PKS paling berpeluang besar untuk dikorbankan dibanding Golkar yang sama-sama kompak melawan kubu Demokrat di paripurna DPR soal Century.

Pertama, sejak awal jauh sebelum skandal Bank Century dipansuskan, PKS menurutnya sudah memperlihatkan ‘pembangkangan’ terhadap kebijakan-kebijakan SBY. Mulai dari pansus BBM, dan kebijakan pemerintah soal impor beras.

Kedua, posisi tawar PKS lebih kecil ketimbang Golkar. Hal ini terlihat dari jumlah anggota parlemen PKS yang jauh lebih kecil dari Golkar. Selain itu, Golkar sangat dipahami SBY mempunyai budaya yang selalu melekat dengan kekuasaan. Menurut Burhanudin, belum pernah Golkar menjadi kekuatan oposisi.

Begitu pun dengan para elit Golkar yang punya begitu banyak kepentingan dengan kebijakan pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga daerah yang saat ini menjadi kepala-kepala daerah. Dan ini akan menjadi posisi tawar SBY untuk menjadi Golkar bisa terus mendukung kebijakan SBY.

Hal ini, masih menurut Burhanudin, terlihat dari pidato Abu Rizal Bakri sehari setelah SBY menyampaikan pidato soal keputusan DPR terkait Bank Century. Di situ terlihat bahwa Ical menyambut positif apa yang disampaikan SBY. (mnh)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang