Pemerintah Himbau Daerah Bencana Cairkan Beras Cadangan Bulog
Pemerintah menghimbau daerah-daerah yang terkena bencana untuk segera mencairkan beras cadangan Bulog sebesar 100 ton per kabupaten, untuk menutupi kekurangan pangan akibat keterlambatan bantuan.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kesra Aburizal Bakrie usai membuka Rakernas LDII, di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (6/3).
"Sebetulnya Depsos telah menyiapkan 100 ton beras untuk setiap kabupaten, yang saat bencana bisa segera dicairkan, silahkan ambil, dengan tanda tangan Bupati saja, Bulog dapat mengeluarkan itu, " ujarnya.
Menurutnya, pemerintah akan memberikan bantuan bagi daerah bencana seperti bancana tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur sesuai kebutuhan dan permintaan dari Pemerintah Daerah tersebut.
Lebih lanjut Ical mengaku, dalam penanganan bencana yang kerap kali terjadi di Indonesia, kesulitan yang dihadapi dalam pendistribusian bantuan disebabkan karena kurangnya sarana akomodasi dan peralatan, sedangkan untuk penanganan korban tanah longsor sulit dilakukan karena tidak dapat melalui jalur darat, padahal distribusi hanya bisa melalui jalur darat dan laut.
"Kita tidak mempunyai helikopter yang cukup disetiap kabupaten, padahal untuk mengangkut barang itu sangat diperlukan dan harga sewa terlalu mahal. Selain itu kita juga harus menambah truk dan ambulan, " jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat belum akan mengambil alih penanganan bencana di Kabupaten Manggarai sebab pemerintah kabupaten dan provinsi NTT sudah dapat menangani masalah itu, meski demikian korban longsor dan banjir di NTT tetap memerlukan bantuan, seperti bantuan makanan siap saji, obat-obatan, selimut, sepatu bot dan bensin.(novel)
Lainnya (Arsip)
- Ketua Komisi Fatwa MUI: LDII Harus Ubah Paradigma
Selasa, 06/03/2007 14:57 WIB - Dewan Pers: Gaji Wartawan Perlu Dinaikkan
Selasa, 06/03/2007 14:47 WIB - Menhukham: Kegiatan Terorisme di Asia Masih Dinamis
Selasa, 06/03/2007 09:09 WIB - Mabes Polri Upayakan Akses Langsung Pemeriksaan Hambali
Senin, 05/03/2007 18:22 WIB - Jaksa Agung Didesak Selidiki Kasus Penghilangan Paksa 13 Aktivis
Senin, 05/03/2007 18:19 WIB
Berita Nasional
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




