Petugas dan Tim Kesehatan Haji Harus Lebih Perhatikan Jamaah

Kamis, 16 Okt 2008 05:28 WIB Cetak |  Kirim |  RSS

Letak pemondokan haji yang jauh sebagai dampak perluasan Masjidil Haram dikhawatir akan membawa dampak pada kesehatan jamaah haji terutama yang beresiko tinggi (usia lanjut). Karena itu petugas haji dan petugas pelayanan kesehatan diminta untuk berkonsentrasi penuh dalam memberikan pelayanan kepada jamaah haji, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi dalam pelaksanaan puncak ibadah haji. Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi VIII Abdullah Azwar Anas di Gedung DPRRI, Jakarta, Rabu.

Menurutnya, dalam penyelenggaraan haji tahun 1429H, petugas haji yang terdiri dari petugas pelayanan umum dan petugas kesehatan jangan sampai justru lebih berkonsentrasi pada ibadah haji mereka, ketimbang melayani jamaah haji. Padahal tugas utama mereka adalah melayani dan menjaga jamaah.

"Petugas harus diwarning bahwa mereka melakukan tugas pelayanan, bukan hanya mengantarkan jamaah untuk berhaji. Yang kedua petugas kesehatan sudah kita warning kepada Menteri Kesehatan, mereka kesana dengan gaji yang tinggi, bukan hanya untuk melaksanakan haji tapi untuk melayani jamaah," ujarnya.

Anas mencontohkan, pada tahun lalu banyak jamaah yang staminanya menurun usai puncak haji, akan tetapi petugasnya tidak siap memberikan pelayanan karena sedang menjalani ibadah. Kondisi ini harus bisa diprediksi, sebab lanjutnya, haji tahun ini merupakan terberat, karena letak pemondokan yang cukup jauh dari masjidil haram 4-14 kilometer.

Kedepan, ia menambahkan, sebaiknya pemerintah mempunyai dana talangan untuk penyelenggaraan haji, dan tidak hanya mengandalkan APBN. Ini penting supaya pemerintah dapat mencari pemondokan lebih awal. Sehingga tidak dapat tempat pemondokan yang jauh seperti sekarang ini.

"Dari tahun ke tahun pemerintah tidak belajar dari pengalaman sebelumnya, sehingga menyangkut masalah pemondokan saja kalah dengan Malaysia," pungkasnya. (novel)


(Arsip Berita Nasional)

PELUANG

ACT - ERAMUSLIM

Masyarakat Relawan Indonesia & ACT Bantu Korban Gempa Gorontalo

Iman Hadi Waluyo, relawan ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Gorontalo melaporkan bahwa gempa yang menewaskan empat orang ini, telah membuat sebagian besar warga Gorontalo berhamburan keluar rumah karena panik dan ketakutan akan terjadi gempa susulan, dan bahkan di daerah pesisir warga pun telah mengungsi ke bukit-bukit.

LKC - ERAMUSLIM

Kembali Fitri di Akhir Ramadhan dengan Menyantuni Dhuafa

Dengan menyisihkan Rp 100.000,- Anda telah membantu 1 keluarga miskin menkmati kesehatan selama 1 bulan

NURISLAMI - ERAMUSLIM