Presiden PKS Terduga Kasus Korupsi, PKS Tetap 3 Besar ?

Redaksi – Kamis, 20 Rabiul Awwal 1434 H / 31 Januari 2013 06:26 WIB

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, menegaskan tidak akan mengubah target PKS untuk masuk tiga besar dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang.
Hal itu diucapkan Luthfi saat berdiskusi dengan mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Melbourne, Australia, Selasa (6/11/2012) .

“Menjadi tiga besar adalah amanah Musyawarah Nasional (Munas),” katanya, melalui rilis yang diterima Okezone, Rabu (7/11/2012).

Menurutnya, target yang sudah ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) pada 2010 lalu tidak akan diubah. Untuk mencapai hal itu, kata dia, PKS pada Pemilu 2014 mendatang akan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki.

“Kami akan mencapainya dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang kami miliki. Kini kami terus memperkuat dan membenahi struktur, sehingga program kerja pemenangan dapat berjalan sesuai dengan yang kami harapkan,” imbuh dia. Demikian yang disampaikan oleh Presiden Partai PKS Luthfi Hasan Ishaaq yang dikutip oleh okezone.com. Presiden dari Partai yang pernah memiliki jargon Bersih dan peduli.

Namun begitu, kejadian hari rabu kemarin  ,sangatlah mengejutkan perpolitikan dan korupsi di Indonesia . Seperti diketahui Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap daging impor. Luthfi dijerat pasal 12 a atau b, pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999. Saat ini Luthfi masih diperiksa di KPK.

Bagaimana  komentar dari rekan separtainya dan juga mantan presiden PKS , Hidayat Nur Wahid, Ia menyebutkan,” masalah hukum yang menjerat Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq adalah urusan pribadi, namun PKS tak memungkiri persoalan itu juga mempengaruhi partai berlambang bulan sabit kembar itu. Meski demikian, PKS bertekad untuk bisa keluar dari masalah.”

“Tentunya sangat berpengaruh,” kata Ketua Fraksi PKS DPR, Hidayat Nur Wahid.

Hidayat menyampaikan tersebut menanggapi pertanyaan pengaruh status Luthfi Hasan Ishaq terhadap PKS. Hal itu disampaikannya di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2013) dini hari.

Hidayat mengatakan pada dasarnya masalah hukum yang melilit Luthfi adalah urusan pribadi yang bersangkutan. Namun, dalam politik, tentunya masalah seorang figur penting di suatu parpol akan berdampak pada parpol itu secara keseluruhan.

“Secara prinsip terkait dengan pribadi dan tidak terkait dengan partai,” ujarnya.

Meski demikian, Hidayat yakin PKS dapat bertahan dari ujian berat yang sedang mendera partainya saat ini. Dia yakin PKS dapat bertahan dan akan tetap konsisten memerangi korupsi.

“Kami akan tetap survive untuk memberantas korupsi,” imbuh pria yang juga mantan Presiden PKS itu.

Setelah kejadian ini, akankah PKS akan membuktikan partainya nanti tetap menjadi 3 besar dalam Pemilu 2014?

Atau perlu juga direnungkan bersama  untuk  menjadi suatu pelajaran berharga bagi pelaku aktifis dakwah di Indonesia , agar tidak memasuki suatu gerbang yang akan menjauhkan diri dari otoritas Allah SWT , gerbang itu akan merubah sikap dan merubah tujuan perjuangan , tidak terkecuali siapapun, adalah ucapan seorang ulama asal Mesir, Syeikh Muhammad Al Ghazaly, “Perhatikanlah bahwa suatu perbuatan dosa akan menyebabkan  perbuatan dosa yang lain…”  Wallahu Alam. (Dz)

Berita Nasional Terbaru

blog comments powered by Disqus