Prof. Dr. Sri Edi Swasono: Neolib itu Penjajahan Model Baru

Kamis, 15/10/2009 14:30 WIB | Arsip | Cetak

Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Sri Edi Swasono menegaskan bahwa Neolib merupakan penjajahan model baru. "Itulah arti Neolib yang paling mudah dipahami," ucap Prof Sri Edi di sebuah diskusi peluncuran buku 'Menggugat Pengelolaan Sumber Daya Alam' di Gedung DPR siang tadi.

Ungkapan tersebut merupakan bentuk keprihatinan atas perampokan kekayaan alam Indonesia yang hingga saat ini masih berlangsung. Dan justru, perampokan itu dilakukan oleh pihak-pihak yang mestinya bertanggung jawab untuk memakmurkan negeri yang kaya raya ini.

"Jika sebuah negara mengalami kevakuman kepemimpinan yang kredibel, maka yang muncul adalah preman-preman," tambah Sri Edi. "Termasuk di dalamnya pemerintah dan DPR," masih menurut Sri Edi.

Dia menjabarkan, bagaimana mungkin sebuah lembaga wakil rakyat bisa menggolkan 8 undang-undang yang isinya menjual kekayaan negara. "Yang kita lihat selama ini hanya pembangunan di Indonesia. Bukan pembangunan Indonesia," ucap aktivis yang masih aktif mengajar di Universitas Indonesia ini.

Itu artinya, pembangunan yang terlihat gemerlap tak lebih dari pembangunan properti milik asing yang numpang di Indonesia. Dengan kata lain, masih menurut Sri Edi, Indonesia tidak menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Iman Sugema menambahkan betapa kekayaan alam negeri ini dikuras habis oleh asing. Ia mencontohkan, dalam satu tahun, 250 juta ton batubara digali dari perut bumi Indonesia. Dan hanya 65 juta ton saja yang diperuntukkan buat dalam negeri. Sisanya, dijual ke asing.

"Anehnya, dari sekian banyak kekayaan alam yang dikeruk, pemerintah Indonesia akan menurunkan royalti dari 13,5 persen menjadi hanya 9 persen dengan alasan memberikan daya tarik untuk datangnya investor baru," jelas Iman yang juga pengamat ekonomi ini.

Dari tahun ketahun, masih menurut Iman Sugema, kebijakan pemerintah tidak pernah berubah, dan selalu anti domestik. "Bagaimana mungkin Pertamina yang merupakan perusahaan milik negara bisa dikalahkan dengan Exxon di Blok Cepu," ucap Sugema prihatin.

Dr. M. Fadhil Hasan, seorang pembicara lain juga menambahkan. "Semua perampokan kekayaan alam ini dilakukan dengan disain yang rapi," ucap Fadhil yang juga menulis pengantar di buku ini. Beliau menambahkan, publik tidak bisa tahu siapa di balik perampokan-perampokan ini. Tapi, kebijakannya begitu terasa, mulai dari Undang-undang yang pro investor, dan peraturan pemerintah pada tingkat implementasi.

"Kita begitu heran, bagaimana mungkin penjualan gas di blok Tangguh ke Cina dengan harga yang begitu murah," ucap Fadhil.

Di akhir diskusi, Profesor Edi Swasono menambahkan, pemerintahan yang neolib tidak akan pernah berpihak pada rakyat. Mereka lebih peduli dengan kekuatan asing.

Diskusi buku yang ditulis oleh Marwan Batubara ini juga menghadirkan pembicara lain, yaitu Dr. M. Fadhil Hasan, Dr. Shahibul Iman, dan Ir. Tjatur Sapto Edi. (mnh)

foto: nakerkesra

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang