Depsos Berupaya Tekan Angka Kemiskinan

Senin, 23/11/2009 08:15 WIB | Arsip | Cetak

Departemen Sosial (Depsos) RI akan menggelontorkan lebih dari Rp10 milyar untuk 726 ribu kepala keluarga yang tercatat sebagai Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) di Provinsi Sulawesi Utara. Dengan Program Keluarga Harapan, Menteri Sosial, Salim Segaff Al-Jufri berharap dapat menekan angka kemiskinan di Indonesia.

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu program unggulan Depsos dalam 100 hari ke depan. Program ini adalah program lanjutan dari periode sebelumnya yang telah menggulirkan bantuan lebih dari Rp20 milyar dalam dua tahap.

“Program ini menitikberatkan kepada dua aspek, yaitu kesehatan dan pendidikan,” ujar Sekretaris Ditjen Bantuan dan Jaminan Sosial Depsos, Drs. Mardi, dalam jumpa pers di Gedung Depsos, Salemba, Jakarta, Jumat (20/11/09) siang.

Keluarga yang termasuk dalam program ini adalah keluarga yang mempunyai ibu hamil, bayi, atau anak usia wajib belajar. Selain mendapatkan fasilitas kesehatan dan melahirkan, keluarga harapan juga diberikan fasilitas KUBE, yaitu kelompok usaha bersama, yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan skill berwirausaha.

Menurut data Biro Pusat Statistik (BPS) 2005, jumlah rumah tangga miskin adalah 19,1 juta dengan klasifikasi rumah tangga sangat miskin berjumlah 3,9 juta. Inilah yang menjadi sasaran dari PKH. Jumlah bantuan yang diberikan per tahun mencapai Rp2.200.000,- untuk setiap kepala keluarga dengan rincian bantuan tetap Rp200.000,-; bantuan bagi RTSM yang memiliki ibu hamil, menyusui, dan anak balita Rp 800.000,-; anak usia SD dan SMP masing-masing Rp400.000,- dan Rp800.000,-. Bantuan tersebut akan diberikan dalam tiga tahap dan dapat dicairkan di kantor pos terdekat.

Perbedaan PKH dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) adalah adanya pendamping bagi RTSM. Pemerintah telah bekerja sama dengan pihak swasta (outsorcing) untuk merekrut 3.600 sarjana yang berkualifikasi sebagai pendamping. Tiap pendamping memegang 250 hingga 300 RTSM. Dengan cara seperti ini, diharapkan tidak terjadi penyimpangan dalam pemanfaatan bantuan yang diberikan.

Depsos memetakan sebanyak 726. 376 RTSM 13 provinsi, 70 kabupaten/kota, dan 779 kecamatan akan dapat merasakan PKH. Sementara target hingga tahun 2012, Depsos dapat memberikan bantuan kepada satu juta RTSM di 33 provinsi.

PKH adalah program multidimensi dan melibatkan beberapa departemen dan pemerintah daerah, di antaranya Departemen Kesehatan (dalam pemberian jaminan kesehatan), Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama (dalam memberikan pelayanan pendidikan umum dan pendidikan agama), serta pemerintah daerah kabupaten/kota (dalam pengawasan terhadap PKH).

Dengan bergulirnya PKH, pemerintah berharap telah memotong satu generasi miskin, artinya dengan memberikan jaminan kesehatan kepada sang ibu untuk melahirkan generasi sehat, lalu si anak pun diberikan jaminan pendidikan wajib belajar 9 tahun, dan juga diberikan fasilitas KUBE agar sang ayah dapat memaksimalkan dalam menjemput rezeki, keluarga tersebut akan sangat mungkin dapat keluar dari jaring kemiskinan. Semoga. (Ind)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang