Depsos Berupaya Tekan Angka Kemiskinan
Departemen Sosial (Depsos) RI akan menggelontorkan lebih dari Rp10 milyar untuk 726 ribu kepala keluarga yang tercatat sebagai Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) di Provinsi Sulawesi Utara. Dengan Program Keluarga Harapan, Menteri Sosial, Salim Segaff Al-Jufri berharap dapat menekan angka kemiskinan di Indonesia.
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu program unggulan Depsos dalam 100 hari ke depan. Program ini adalah program lanjutan dari periode sebelumnya yang telah menggulirkan bantuan lebih dari Rp20 milyar dalam dua tahap.
“Program ini menitikberatkan kepada dua aspek, yaitu kesehatan dan pendidikan,” ujar Sekretaris Ditjen Bantuan dan Jaminan Sosial Depsos, Drs. Mardi, dalam jumpa pers di Gedung Depsos, Salemba, Jakarta, Jumat (20/11/09) siang.
Keluarga yang termasuk dalam program ini adalah keluarga yang mempunyai ibu hamil, bayi, atau anak usia wajib belajar. Selain mendapatkan fasilitas kesehatan dan melahirkan, keluarga harapan juga diberikan fasilitas KUBE, yaitu kelompok usaha bersama, yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan skill berwirausaha.
Menurut data Biro Pusat Statistik (BPS) 2005, jumlah rumah tangga miskin adalah 19,1 juta dengan klasifikasi rumah tangga sangat miskin berjumlah 3,9 juta. Inilah yang menjadi sasaran dari PKH. Jumlah bantuan yang diberikan per tahun mencapai Rp2.200.000,- untuk setiap kepala keluarga dengan rincian bantuan tetap Rp200.000,-; bantuan bagi RTSM yang memiliki ibu hamil, menyusui, dan anak balita Rp 800.000,-; anak usia SD dan SMP masing-masing Rp400.000,- dan Rp800.000,-. Bantuan tersebut akan diberikan dalam tiga tahap dan dapat dicairkan di kantor pos terdekat.
Perbedaan PKH dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) adalah adanya pendamping bagi RTSM. Pemerintah telah bekerja sama dengan pihak swasta (outsorcing) untuk merekrut 3.600 sarjana yang berkualifikasi sebagai pendamping. Tiap pendamping memegang 250 hingga 300 RTSM. Dengan cara seperti ini, diharapkan tidak terjadi penyimpangan dalam pemanfaatan bantuan yang diberikan.
Depsos memetakan sebanyak 726. 376 RTSM 13 provinsi, 70 kabupaten/kota, dan 779 kecamatan akan dapat merasakan PKH. Sementara target hingga tahun 2012, Depsos dapat memberikan bantuan kepada satu juta RTSM di 33 provinsi.
PKH adalah program multidimensi dan melibatkan beberapa departemen dan pemerintah daerah, di antaranya Departemen Kesehatan (dalam pemberian jaminan kesehatan), Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama (dalam memberikan pelayanan pendidikan umum dan pendidikan agama), serta pemerintah daerah kabupaten/kota (dalam pengawasan terhadap PKH).
Dengan bergulirnya PKH, pemerintah berharap telah memotong satu generasi miskin, artinya dengan memberikan jaminan kesehatan kepada sang ibu untuk melahirkan generasi sehat, lalu si anak pun diberikan jaminan pendidikan wajib belajar 9 tahun, dan juga diberikan fasilitas KUBE agar sang ayah dapat memaksimalkan dalam menjemput rezeki, keluarga tersebut akan sangat mungkin dapat keluar dari jaring kemiskinan. Semoga. (Ind)
Lainnya (Arsip)
- Mensos Mendapat Medali Dari Kerajaan Saudi
Jumat, 20/11/2009 16:24 WIB - Waspadai Banjir di Awal Tahun
Rabu, 18/11/2009 18:46 WIB - Kesimpulan dan Rekomendasi Tim 8
Rabu, 18/11/2009 13:38 WIB - Kapolri Tidak Mau Menanggapi Rekomendasi Tim 8
Rabu, 18/11/2009 11:04 WIB - SBY Dinilai ‘Jaim’ di APEC
Rabu, 18/11/2009 10:00 WIB
Berita Nasional
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




