Ribuan Muslimah HTI di Jakarta Serukan Khilafah

Senin, 22/12/2008 10:38 WIB | Arsip | Cetak

Ribuan massa dari Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Ahad (21/12) memadati jalanan di Jakarta. Massa yang datang dari Jabodetabek dan sekitarnya itu menggelar aksi simpatik yang dimulai di depan Kedebus Amerika Serikat, kemudian di depan kantor Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan di depan Istana Presiden. Di antara mereka tampak membawa bayi dan anak-anak. Mereka juga mengacungkan Bendera putih dan hitam bertuliskan laa ilaaha illallah muhammadarrasulullah, serta sejumlah poster yang isinya antara lain: Sejahterakan Perempuan dengan Syariah dan Khilafah, Bangun Bangsa Kuat & Terdepan Dengan Khilafah, Khilafah Yes, Kapitalisme & Demokrasi No! Teriakan takbir pun menggema dari lisan massa.

Febrianti Abbasuni, juru bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia mengatakan, aksi tersebut digelar sengaja memanfaatkan momen hari ibu dengan tujuan untuk pencerdasan politik bagi perempuan. “Kita mengajak kaum perempuan tidak hanya berjuang untuk nasib kaum perempuan, tapi juga untuk nasib bangsa,” ujar Ferbri.

Pencerdasan politik itu menurut Febri, dilakukan dengan cara menyosialisasikan ideologi seperti apa yang mestinya diberlakukan penguasa. Dan penguasa seperti apa yang mestinya dipilih, yaitu adil dan punya kapabilitas.

Bangsa ini, lanjut masih menurut dapat diselamatkan hanya dengan ideologi yang benar, yaitu ideologi Islam. Karena itu negeri ini harus dipimpin oleh penguasa yang menerapkan ideologi Islam. “Makanya kita mengajak kaum perempuan Indonesia untuk menolak kapitalisme. Karena kapitalisme selalu identik dengan kesenjangan ekonomi, identik dengan krisis ekonomi dan selalu identik dengan penjajahan,” terangnya kepada wartawan.

Massa Muslimah HTI kemudian mengajak bangsa Indonesia terutama kaum perempuan untuk menegakkan syariah dan khilafah, sebab hanya dengan syariah dan khilafah lah kesejahteraan rakyat termasuk kaum perempuan akan terjamin.

Setelah melakukan aksinya di depan Istana Presiden, massa Mudlimah HTI kemudian membubarkan diri dengan damai. Aksi massa Muslimah HTI ini juga digelar di sejumlah daerah di seluruh Indonesi.[Abu Ziad]

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang