SBY Dinilai ‘Jaim’ di APEC

Rabu, 18/11/2009 10:00 WIB | Arsip | Cetak

foto: detik.com

Dalam pidatonya di sidang APEC Singapura beberapa hari lalu, SBY dinilai ‘jaim’ atau jaga imej soal kesiapan Indonesia dalam kesepakatan FTA atau perdagangan bebas. Dalam pidatonya, SBY menyatakan bahwa Indonesia sudah siap menghadapi perdagangan bebas. Padahal, kenyataannya Indonesia masih jauh dari siap.

Hal ini disampaikan pengamat ekonomi, Dr Faisal Basri dalam sebuah diskusi di Jakarta kemarin. Faisal mengaku bahwa ia setuju saja dengan kesepakatan perdagangan bebas. Karena itu memang akan menjadi sebuah keniscayaan dalam perdagangan dunia saat ini.

“Tapi, infrastruktur Indonesia masih jauh dari siap,” tegas Faisal. Menurutnya, jalur ekonomi antar daerah dan pulau di Indonesia masih belum terintegrasi. Mulai dari sarana jalan yang belum memadai, pelabuhan yang masih semrawut, dan masih maraknya pungutan liar.

“Anehnya, kalau antara Jakarta, dan kota di Cina dan Amerika sudah jalur ekonominya sudah terintegrasi. Tapi, antar daerah di dalam negeri sendiri belum,” ujar pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia ini.

Ia mencontohkan, harga jeruk per kilo dari Cina bisa dijual 6 ribu di Jakarta. Tapi kalau dari Medan, harganya bisa mencapai 12 ribu.

Begitu pun dengan waktu angkut. Ternyata, waktu angkut dari California ke Jakarta bisa lebih cepat dari Gorontalo ke Jakarta. ”Ini kan nggak masuk akal. Mau trade area gimana?“ tegas Faisal.

Kalau kesepakatan perdagangan bebas ini dipaksakan, tidak tertutup kemungkinan akan banyak pebisnis termauk petani dan nelayan dalam negeri yang mengalami kebangkrutan. (mnh)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang