Separuh Mantan Anggota DPRD Bogor Ditahan

Ada hadiah menarik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor pada hari ulang tahun anti korupsi sedunia kemarin. Sebanyak 21 dari 42 mantan anggota DPRD Kota Bogor periode 1999 – 2004 ditahan di LP Paledang. Keterkejutan dan isak tangis pun mewarnai penahanan ini.
Penahanan ini merupakan lanjutan dari kasus tunjangan anggota DPRD yang terjadi pada anggaran tahun 2002. Dari kasus ini, semua anggota DPRD menjadi tersangka dan negara dirugikan sekitar Rp 6,8 milyar. Bahkan, mantan ketua DPRD, Mohamad Sahid telah lebih dulu divonis 4 tahun penjara oleh Kejari pada bulan April lalu.
Sebelumnya, dari seluruh anggota DPRD yang menjadi tersangka, sebagiannya diberikan waktu oleh kejaksaan untuk mengembalikan uang yang masuk dalam kategori korupsi tersebut. Bahkan, kejaksaan memberikan kebijakan 80 persen uang harus dikembalikan.
Kepala Kejari Bogor, Andi Muhammad Taufik menyatakan, “Mereka (yang ditahan, red) tidak kooperatif mengembalikan dana APBD yang dikorupsi. Kebijakan kami 80 persen. Dari semua tersangka sudah mengembalikan lunas hanya tiga orang dan sisanya kurang dari 80 persen. Bahkan, ada yang sama sekali belum mengembalikan.”
Sebelum melakukan penahanan, Kejari memeriksa para tersangka sejak pagi hingga sore hari yang tepat pada hari anti korupsi sedunia. Setelah dinyatakan cukup bukti, Kejari pun melakukan penahanan.
Hanya satu orang tersangka, menurut Kepala Kejari, yang belum dilakukan pemeriksaan dan penahanan. Yakni, Achmat Ru’yat. Hal ini karena mantan anggota DPRD dari PKS ini saat ini menjabat wakil wali kota Bogor. Dan pemeriksaan terhadap Ru’yat menunggu izin dari Gubernur Jabar dan Presiden. Mnh/berbagai sumber
foto: kotabogor.go.id
Lainnya (Arsip)
- Masa Depan Pemberantasan Korupsi Suram
Kamis, 10/12/2009 10:54 WIB - Hujan Bubarkan Aksi di KPK
Rabu, 09/12/2009 17:43 WIB - Pengamat Politik Ragukan Kinerja Pansus Hak Angket Bank Century
Rabu, 09/12/2009 17:22 WIB - Jihad Melawan Korupsi, Selamat Berjuang Anak Muda
Rabu, 09/12/2009 08:35 WIB - KPK Keberatan dengan RPP Penyadapan
Selasa, 08/12/2009 16:01 WIB
Berita Nasional
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




