Susno Merasa Dizhalimi
Kedatangan Susno Duadji (mantan Kabareskrim Polri) di pengadilan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen kemarin (Kamis, 7/1/10) menyisakan konflik. Kesaksiannya dianggap meringankan terdakwa Antasari Azhar dan lebih berat lagi, ia pun dituduh melanggar kode etik kepolisian karena datang tanpa izin Kapolri.
Dalam kesaksiannya, Susno menyebutkan bahwa dirinya tidak dilibatkan dalam kasus Antasari.Namun, Mabes Polri menunjuk bawahan Susno waktu itu, Irjen Hadiatmoko sebagai tim pengawas. Hadiatmoko yang menjabat Wakabareskrim tidak diwajibkan melapor perkembangan kasus Antasari tersebut kepada Susno, melainkan langsung ke Kapolri, kata Susno.
Selain kesaksian yang mengejutkan, kehadiran Susno juga dinilai melanggar kode etik karena tanpa surat izin dari Kapolri dan mengenakan seragam dinas saat bersaksi. Mengenai izin, Susno menjawab bahwa dirinya telah menyampaikan kepada sekretaris pribadi Kapolri melalui blackberry message dan surat pemanggilan dirinya pun terlampir tembusan kepada Kapolri. Jadi, mustahil jika Kapolri tidak tahu.
“Kalau ada tembusan, berarti Kapolri dapat surat itu juga, dan tahu saya dipanggil pengadilan,” katanya. (tempointeraktif.com)
Ia juga menyatakan bahwa kehadirannya dalam persidangan tersebut atas nama pribadi dan menolak jika disebut telah melangggar kode etik kepolisian. Susno menantang pejabat Polri yang menudingnya telah melakukan pelanggaran tersebut. Susno mengaku hapal betul isi kode etik kepolisian karena menjadi bagian dari tim pembuatan kodet etik yang digunakan polisi saat ini. Mengenai seragam dinas yang dikenakannya, Susno berujar, itu sudah menjadi kewajiban karena masih dalam jam tugas. Justru, katanya, kalau memakai baju preman, saya salah.
Di lain pihak, setelah kesaksian tersebut, semua fasilitas Susno sebagai Kabareskrim dicabut. Ajudan, rumah, mobil, sespri tidak lagi bisa dinikmati Susno. Edward Aritonang, Kadiv Humas Polri menyebutkan, pencabutan itu tidak ada kaitannya dengan kesaksian Susno di persidangan Antasari Azhar. Menanggapi hal tersebut, Susno tetap berprasangka baik, mungkin karena mau diganti, katanya. (vivanews.com)
Susno mengakui, sejak menjabat sebagai Kabareskrim maupun setelah tidak ada jabatan, dirinya dizhalimi. Akan tetapi, ia tetap tidak menyebutkan secara detail bentuk penzhaliman seperti apa yang dia rasakan karena tidak ingin tercium oleh pihak luar. Oleh karena itu, selama ini, ia tutupi dengan rapat kondisi dirinya. Wallahu'alam. (Ind/berbagai sumber)
Lainnya (Arsip)
- Wakapolri Baru, Yusuf Manggabarani
Senin, 04/01/2010 10:56 WIB - M Jibriel : Aku Kembali Didzolimi!
Jumat, 01/01/2010 13:00 WIB - Gus Dur Tutup Usia
Kamis, 31/12/2009 08:52 WIB - Siti Fadillah Supari: Zionisme Ada di Sekeliling Kita
Senin, 28/12/2009 10:15 WIB - Infotainment Haram!
Senin, 28/12/2009 08:29 WIB
Berita Nasional
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




