TPM Jalankan Kewajiban Dampingi Amrozi Cs Sebelum Eksekusi

Jelang pelaksanaan eksekusi terhadap ketiga terpidana mati kasus bom Bali I Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra, keluarga dan kuasa hukum berkesempatan untuk mendampingi ketiga. Tim Pengacara Muslim menyatakan siap memberikan pendamping pada saat ketiga kliennya menjalani proses hukum tersebut.
"Kami sudah disiapkan pendamping, antara lain Ahmad Michdan, Ahmad Kholid, Fahmi Bahmid, Qodhar Faisal, Adnan Wirawan dan saya pimpin sendiri," kata Koordinator TPM Mahendradatta saat dikonfirmasi tentang rencana eksekusi terhadap ketiga terpidana kasus bom Bali I, yang diisukan akan digelar pada Jumat (24/10).
Menurutnya, TPM mempunyai kewajiban profesional untuk mendampingi dan memperjuangkan hak hukum ketiga terpidana mati tersebut. Selain itu TPM juga memang sudah dimintai oleh Amrozi Cs untuk mendampingi.
Sebelumnya Kejaksaan Agung (Kejagung) akan memberikan penjelasan seputar eksekusi Amrozi Cs, Mahendra menyatakan, hendaknya eksekusi dilakukan bukan karena dendam. "Jangan melakukan penembakan hanya untuk mengakomodasi dendam semata," tandasnya.
Rencananya, pukul 10.00 WIB nanti, Kejaksaan Agung akan mengumumkan mengenai penjelasan seputar eksekusi Amrozi Cs.
Sementara itu, Dermaga Wijayapura, Cilacap, tempat penyeberangan menuju Nusakambangan, tampak lengang, meski tersiar kabar bahwa Amrozi Cs, akan dieksekusi pada Jumat dini hari.
Di dermaga Wijayapura pada Jumat dinihari tidak tampak polisi berjaga. Bahkan, pos penjagaan dermaga hanya dijaga oleh seorang petugas lembaga pemasyarakatan Nusakambangan.Keadaan tersebut berbeda dengan pengamanan sepanjang hari Kamis, yang tampak ketat.
Meski demikian, puluhan wartawan dari berbagai media massa dalam dan luar negeri terus memantau setiap peristiwa di sekitar dermaga Wijayapura dan dermaga lain di Cilacap.
Setiap kapal melintas, mereka segera memantaunya, karena mencurigai mengangkut eksekutor bagi tiga terpidana mati tersebut.
Selain dermaga Wijayapura, pengamanan di beberapa dermaga penyeberangan di Cilacap juga tampak longgar. Namun, sejumlah titik penyeberangan tidak dapat ditembus dan mendapat penjagaan ketat, karena berada di wilayah termasuk objek vital. (novel/ant)
Lainnya (Arsip)
- Menag: Waspadai Pengacau dalam Penyelenggaraan Haji
Sabtu, 25/10/2008 05:35 WIB - Tuntut Pengesahan RUU Pornografi untuk Jaga Moral Bangsa!
Sabtu, 25/10/2008 05:32 WIB - KH. Ali Musthafa Yakub : Perbuatan Riba Menodai Larangan Allah
Kamis, 23/10/2008 05:44 WIB - TPM Akan Ajukan PK Luar Biasa
Kamis, 23/10/2008 05:41 WIB - Hampir Kolaps, AS Masih Cari Tempat Aman untuk Investasi
Kamis, 23/10/2008 05:40 WIB
Berita Nasional
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




