Warga Kuningan Jakarta Seperti Dikepung Bom

Jumat, 17/07/2009 14:11 WIB | Arsip | Cetak

Setelah ledakan yang terjadi di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton pagi ini, warga kuningan setidaknya sudah merasakan langsung empat guncangan bom dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Lebih dari tiga orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dari warga yang berdomisili di kawasan Kuningan.

Kejadian pertama pada tahun 2003, ketika JW Marriot meledak. Pada sekitar jam satu siang, bom begitu keras mengguncang hotel ini. Dan ledakan tersebut dirasakan begitu keras oleh warga Kuningan yang sebagian besar masih warga asli Jakarta. Pada ledakan ini, beberapa warga asli Kuningan yang berkerja di hotel tersebut ikut luka-luka.

Kejadian kedua pada tahun 2004 ketika bom mengguncang kantor dubes Australia yang berlokasi di jalan Rasuna Said Kuningan. Pada sekitar jam sepuluh pagi, bom mengagetkan warga Kuningan yang sedang beraktivitas di sekitar rumah mereka. Bahkan, salah satu gedung sekolah dasar yang tidak jauh dari lokasi kejadian ikut merasakan histeris murid-murid yang sedang belajar. Beberapa pelafon gedung SD tersebut rontok dan nyaris menimpa murid-murid.

Pada kejadian ini pula, seorang warga Kuningan yang kebetulan melewati dubes Australia ikut tewas menjadi korban. Beberapa tukang ojek dan warga yang kebetulan lewat lainnya pun ikut luka-luka. Belum lagi sebagian rumah warga yang retak karena guncangan bom.

Kejadian ketiga pada tahun 2005 ketika sebuah granat meledak di kantor kedubes Malaysia di jalan Rasuna Said Kuningan pada jam sepuluh malam. Walaupun cuma granat, karena meledaknya pada malam hari, guncangan ledakannya begitu dirasakan oleh warga sekitar Kuningan. Syukurnya, tidak ada warga Kuningan yang menjadi korban.

Dan kejadian pagi tadi merupakan kali keempat yang menghentak warga Kuningan Jakarta. Dua ledakan terjadi hampir bersamaan di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton.  Hingga saat ini, belum ada korban dari warga Kuningan yang berkerja atau kebetulan lewat di lokasi  kejadian.

Seorang penduduk asli Kuningan mengaku pasrah dengan keadaan ini. "Yah, mau gimana lagi. Lama-lama juga biasa!" ucap seorang ibu yang bernama Bu Beda. Ia masih khawatir dengan keadaan keponakannya yang juga pegawai di hotel Marriot yang hingga kini belum memberi kabar. Lokasi Bu Beda dengan hotel Marriot hanya berjarak sekitar delapan ratus meter.

Kawasan Kuningan yang masuk dalam kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan ini memang dikelilingi gedung-gedung pemerintah, perumahan dinas menteri, kantor duta besar negara asing, perumahan perwira angkatan darat, dan hotel-hotel asing bertaraf internasional seperti Ritz Carlton, JW Marriot, dan Four Season. Satu lagi, gedung KPK yang baru kemarin mendapat ancaman bom pun berlokasi di kawasan Kuningan, jalan Rasuna Said. mnh

foto: suaramerdeka.

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Nasional

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang