Was-Was Aksi 9 Desember
Hari Antikorupsi Sedunia akan diperingati dengan aksi besar-besaran yang dipusatkan di silang Monas dan bunderan HI pada 9 Desember mendatang. Aksi berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini sempat menjadi bahan kekhawatiran oleh Presiden SBY sebagai ‘aksi menggoyang pemerintahan’ dan berpotensi menimbulkan kerusuhan.
Kekhawatiran itu dianggap sebagai sesuatu yang berlebihan. Menurut Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), pernyataan presiden tersebut sangat disayangkan padahal aksi tersebut hanya sebuah bentuk keprihatinan atas kondisi bangsa yang belum bisa lepas dari korupsi.
"IMM juga menyayangkan pernyataan Presiden SBY yang mensinyalir ada motif politik dalam aksi tersebut, padahal faktanya, aksi moral pada Hari Anti Korupsi tersebut digalang oleh organisasi mahasiswa, pemuda, organisasi kemasyarakatan (ormas) dan tokoh-tokoh yang teruji integritas dan komitmen moralnya pada persoalan-persoalan kebangsaan yang belum juga lepas dari korupsi," ujar Ton Abdillah Has, Sekjen DPP IMM.
Gerakan Indonesia Bersih digawangi oleh tokoh lintas agama dan kelompok Cipayung. GIB kabarnya akan mengerahkan 10 ribu orang dalam aksi damai tersebut.
Selain GIB, sejumlah tokoh nasional dan puluhan LSM juga ikut meramaikan aksi damai ini. Di antara tokoh yang akan berpartisipasi adalah Din Syamsudin, Hasyim Muzadi, Syafi’i Maarif.
Din Syamsudin menilai, kalau ada kekhawatiran terhadap aksi tersebut malah patut dicurigai tidak sungguh-sungguh bersikap antikorupsi.
Sementara itu, Indonesian Corruption Watch (ICW) tidak ikut dalam aksi yang dipusatkan di pusat kota Jakarta tersebut melainkan menggelar aksi sendiri di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan.
Rabu (9/12) lusa nanti, dalam aksi damai tersebut akan dibacakan Piagam Indonesia Bersih. Isi piagam tersebut antara lain: Indonesia harus bersih dari korupsi tidak cukup hanya pidato antikorupsi, lembaga-lembaga negara harus bersih dari koruptor yang merupakan pengkhianat amanat rakyat, Indonesia harus lebih bersih dari koruptor kasus Bank Century. Terakhir, Indonesia harus bersih dari rekayasa serta konspirasi pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan lembaga-lembaga penegak hukum. (Ind/berbagai sumber)
foto: kpk
Lainnya (Arsip)
- Presiden SBY Merasa Akan Ada yang Menjatuhkannya
Senin, 07/12/2009 09:05 WIB - 30 Orang Anggota Pansus Angket Century Ditetapkan Hari Ini
Jumat, 04/12/2009 12:53 WIB - MUI: Standar Halal ASEAN Akan Terwujud Dalam Waktu Dekat
Kamis, 03/12/2009 11:04 WIB - Bendera : Datanya Valid
Kamis, 03/12/2009 09:39 WIB - Mahkamah Konstitusi Siap Menangani Pemakzulan
Kamis, 03/12/2009 08:23 WIB
Berita Nasional
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




