Abbas: Saya Tidak Akan Membiarkan Melawan Israel dengan Senjata

Presiden Palestina Mahmud Abbas yang masa jabatannya berakhir pada Senin kemarin menyatakan bahwa ia tidak akan mengizinkan kembali gerakan perlawanan bersenjata melawan Israel.
Dalam sebuah pernyataannya Abbas mengatakan: "Kembali melakukan perjuangan bersenjata hanya akan menghancurkan tanah air kita dan negara kita, sebagaimana gerakan perlawanan Islam Hamas sendiri pun tidak dapat melakukan perlawanan berarti dan sekarang berencana melakukan pembicaraan damai dan kesepakatan dengan Israel."
Para analis Israel menekankan bahwa Abbas akan tetap berkuasa di tepi Barat sebagai katup pengaman bagi pendudukan Israel di sana, khususnya adanya koordinasi keamanan antara Israel dan pihak otoritas Palestina, analisi Israel juga mencatat bahwa Abbas jika Abbas meninggalkan kantornya, maka akan menjadi beban tanggung jawab yang besar bagi tentara pendudukan Israel yang bisa jadi mereka tidak dapat menanggung beban tersebut.
Di sisi lain, Abbas juga membela keputusan Mesir untuk membangun tembok baja di perbatasan selatan jalur Gaza, sebagai bagian dari pencegahan terhadap penyelundupan khususnya senjata melalui terowongan-terowongan bawah tanah yang dibangun Hamas, ia berkata: "Saya mendukung penuh pembangunan tembok tersebut, dan hal itu merupakan hak kedaulatan bagi negara Mesir, dan keberatan terhadap legitimasi ini harus disampaikan lewat saluran hukum yang berlaku."(fq/imo)
Lainnya (Arsip)
- Mahmud Mabhuh, Tokoh Brigade Al-Qassam yang Hobi "Body Building"
Senin, 01/02/2010 10:27 WIB - Untuk Apa Pemilu Palestina?
Jumat, 29/01/2010 10:00 WIB - Dewan Palestina: 2010 Akan Menjadi Saksi Mata Banyaknya Pelanggaran Israel
Jumat, 29/01/2010 09:38 WIB - Israel Hancurkan Puluhan Ribu Buku Palestina
Jumat, 29/01/2010 05:43 WIB - Israel "Jarah" Uang Para Pekerja Palestina
Kamis, 28/01/2010 15:07 WIB
Berita Palestina
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




