Ada Apa Denganmu, Mesir?

Jumat, 08/01/2010 05:26 WIB | Arsip | Cetak


Minggu lalu Mesir menolak mengizinkan konvoi bantuan internasional ke Gaza, melalui Nuweiba, dan memaksa untuk kembali ke Syria, dan dari sana melanjutkan ke El Arish. Tentu ini perjalanan yang sangat jauh, dan harus melewati prosedur Israel.

Kemarin bahkan Mesir semakin menunjukan “niatnya” untuk mencegah atau memperlambat bantuan ke ke Gaza. Sebagian media Israel mengatakan bahwa tindakan itu sudah cukup menegaskan bagaimana, dan kepada siapa Mesir berdiri selama ini.

Alasan Mesir dalam pencegahan konvoi bantuan ini untuk mencegah penyelundupan dari Mesir ke Gaza. Dan meskipun kritik publik di Mesir dan negara-negara Arab lainnya, termasuk membakar foto Presiden Hosni Mubarak dan menuduhnya bekerja sama dengan Israel, Mesir tetap bersikeras pada posisinya.

Mesir seharusnya mengetahui dan sadar mengapa Hamas selama ini selalu menyelendupkan barang-barang dan bantuan dari negara mereka. Posisi rakyat Gaza yang terjepit, dan bahkan bisa dikatakan sekarat karena serba kekurangan, memaksa Gaza untuk melakukan hal itu. Mayoritas rakyat Mesir adalah Muslim dan tidak heran jika kemudian rakyat Mesir amat terlibat dalam berbagai penyelendupan tersebut.

Alih-alih membiarkan konvoi bantuan itu lewat, Mesir malah menebar ancaman dan mengajukan syarat bahwa Hamas dan Fatah harus segera membentuk pemerintahan Palestina. Ini bukan tanpa implikasi tentunya. Bekerja sama dengan Fatah, Hamas tentu juga harus mengakui semua infrastruktur yang ada di belakang Fatah, termasuk menyetujui pembentukan dua negara—satu-satunya hal yang sangat ditentang oleh Hamas. Jadi sampai saat ini, kemungkinan adanya pemerintahan bersama antara Hamas dan Fatah tidak akan pernah terjadi di Palestina.

Belum cukup sampai di situ, Mesir kemudian menyebut Hamas sangat memuakkan, dan merupakan kaki-tangan Teheran. Khaled Mesyaal diberi ultimatum untuk menjelaskan apakah Hamas sebuah organisasi perlindungan kekuatan asing, yang kemudian ditanggapi dengan tertawa oleh Mesyaal: Hamas adalah organisasi Arab-Muslim dan tidak tunduk pada orang lain. Dalam kesempatan terpisah, Mesyaal menegaskan justru satu-satunya golongan yang tidak pernah diterima oleh Hamas adalah kaum Syiah.

Ada apa denganmu, Mesir? (sa/hrtz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang