AS Berikan Sanksi Terhadap Bank Islam dan TV Al-Aqsha Milik Hamas

Departemen Keuangan AS pada Kamis kemarin (18/3) menjatuhkan sanksi terhadap dua perusahaan di jalur Gaza - Bank Islam Nasional dan stasiun televisi Al-Aqsha - atas alasan keterikatan mereka dengan gerakan Hamas yang berkuasa di sana.
Departemen Keuangan mengatakan sanksi tersebut melarang warga Amerika melakukan transaksi dengan entitas di Gaza dan mereka berusaha untuk membekukan segala aset apa pun yang di miliki kedua perusahaan tersebut yang mungkin berada di bawah yurisdiksi AS.
Departemen Keuangan AS telah memasukan Hamas dalam daftar sebagai sebuah "organisasi teroris global".
Dan mereka mengatakan bahwa sanksi itu diberlakukan terhadap Bank Islam Nasional, yang dibuka oleh Hamas pada bulan April 2009 lalu, yang digunakan oleh Hamas untuk menyediakan jasa keuangan kepada anggota Hamas dan karyawan Hamas, termasuk anggota sayap militernya.
Departemen keuangan mengatakan bahwa bank milik Hamas tersebut tidak memiliki lisensi yang sah dari Otoritas Moneter Palestina dan bekerja di luar sistem keuangan yang sah.
Pada bulan Mei 2009, Departemen Keuangan mengatakan kantor keuangan Hamas di Gaza asetnya bergerak naik menjadi 1.1 juta euro di dalam Bank Islam Nasional dan menggunakan dana itu untuk membayar gaji para anggota sayap militer Hamas yang memiliki rekening di bank tersebut.
Departemen Keuangan AS mengatakan stasiun televisi al-Aqsha yang dibiayai dan dikontrol oleh Hamas telah berfungsi sebagai corong media utama Hamas yang program siarannya "dirancang untuk merekrut anak-anak menjadi pejuang bersenjata Hamas dan pelaku bom bunuh diri setelah mencapai usia dewasa."
Disebutkan bahwa kepemimpinan Hamas memberikan modal awal untuk stasiun TV itu pada tahun 2006 dan pada akhir tahun lalu Hamas mengalokasikan ratusan ribu dolar untuk anggaran operasional TV Al-Aqsha.
Hamas memelopori serangan roket dari Gaza ke wilayah Israel dan menjadi tulang punggung perjuangan bersenjata terhadap Israel.
"Departemen keuangan tidak akan membedakan antara sebuah usaha yang dibiayai dan dikontrol oleh kelompok teroris, seperti televisi Al-Aqsha, dan kelompok teroris itu sendiri," kata Stuart Levey, wakil menteri di Departemen Keuangan untuk terorisme dan intelijen keuangan, dalam sebuah pernyataan.(fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Seruan Hamas Untuk Segera Menikah, Menaikkan Pasaran Emas di Gaza
Kamis, 18/03/2010 16:44 WIB - Tiga Pemimpin Islam Dibebaskan Rezim Zionis
Kamis, 18/03/2010 14:33 WIB - Sinagog Hurva Di Masjid Al Aqsa Adalah Perang Dari Yahudi
Kamis, 18/03/2010 07:05 WIB - Israel Buat Undangan Resmi Pembukaan Rumah Ibadah di Masjid Al-Aqsa
Kamis, 18/03/2010 05:34 WIB - Apa Yang Sebenarnya Terjadi Di Al-Aqsa?
Rabu, 17/03/2010 18:08 WIB
Berita Palestina
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




