Di Penjara-Penjara Israel, Mereka Dijadikan Kelinci Percobaan

Selasa, 17/11/2009 11:01 WIB | Arsip | Cetak

Israel memanfaatkan para tahanan Palestina sebagai kelinci percobaan untuk mengujicoba berbagai jenis obat-obatan baru yang dibuat oleh kementerian kesehatan Israel. Uji coba itu dilakukan dengan cara memberikan obat-obatan tersebut secara diam-diam pada para tahanan.

Kasus ini diungkap oleh lembaga hak asasi manusia Sawasya yang menilai Israel telah melanggar HAM dan meminta agar kasus-kasus ini segera diselediki. Sawasya mendapatkan keterangan dari Zuhair Al-Iskafi, salah seoriangwarga Palestina yang berada di penjara Israel, bahwa para interogator Israel telah menyuntiknya dengan zat ke tubuhnya, yang menyebabkan rambut-rambut di seluruh tubuhnya rontok dan tidak bisa tumbuh lagi. Menurut Sawasya, banyak tahanan Palestina lainnya yang mengalami hal serupa.

Untuk itu, Sawasya menyerukan media massa Arab dan internasional memberitakan dan mengekspos kasus ini dengan serius, karena Israel telah melakukan pelanggaran terhadap hak-hak para tahanan Palestina. Lembaga itu juga mendesak organisasi-organisasi HAM dan Badan Kesehatan Dunia, WHO untuk segera turun tangan dengan mengirimkan tim dokter spesialisnya ke penjara-penjara Israel dan memeriksa kondisi para tahanan yang diduga menjadi korban "kelinci percobaan" Israel.

Sementara itu, sebuah komite perlindungan tahanan Palestina mengecam pihak administrasi penjara Israel Hadarim, yang mencabut hak lima tahanan Palestina melanjutkan kuliahnya di universitas-universitas di Israel tanpa memberikan alasan yang jelas. Komite itu meminta bantuan organisasi-organisasi HAM untuk menekan Israel agar mencabut larangan terhadap para tahanan yang ingin melanjutkan pendidikannya.

Pada saat yang sama, kelompok gerakan perlawanan Palestina menggelar aksi protes di depan markas Palang Merah Internasional di Gaza, sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina yang masih berada di penjara-penjara Israel. Jubir gerakan tersebut, Abu Ali Azaalan menyatakan, para tahanan itu harus menahan penderitaan dan pelecehan yang mereka alami di dalam penjara-penjara Israel. Untuk itu perlu dilakukan tindakan yang serius guna menghentikan kebiadaban Israel terhadap para tahanan Palestina.

Saat ini, menurut data kantor penerangan Palestina terdapat 11.700 warga Palestina yang tersebar di 28 penjara dan tempat-tempat interogasi Israel. Sebagian dari mereka adalah korban penangkapan yang secara rutin digelar Israel di wilayah Palestina. (ln/PIC)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang