Hamas: AS dan Israel Penyebab Kebuntuan Rekonsiliasi Hamas-Fatah

Kamis, 22/07/2010 12:32 WIB | Arsip | Cetak

Gerakan Islam Hamas menyalahkan AS dan Israel atas kebuntuan yang tengah berlangsung antara gerakan perlawanan islam Hamas dan saingannya partai Fatah.

"Intervensi AS di kawasan ini, isu pembicaraan tidak langsung, melarang warga dari menerima paspor, dan mengepung mereka di Gaza, telah membuat kesepakatan persatuan antara Fatah dan Hamas menjadi semakin sulit sekarang dan dalam waktu dekat," kata jurubicara Hamas Ismail Radwan mengatakan kepada sebuah kantor berita pada hari Rabu kemarin (21/7).

Pejabat senior Hamas ini mengatakan gerakan Islam Hamas sudah siap untuk menandatangani kesepakatan tetapi mengatakan kebijakan berlanjut Israel di wilayah ini mengulur upaya rekonsiliasi.

Radwan mengatakan Hamas juga telah menyiapkan untuk adanya kemungkinan sebuah komite faksi independen untuk menyelidiki tuduhan Fatah bahwa pemerintah Hamas di menahan petinggi politik Fatah.

Dia juga meminta pimpinan Fatah di Tepi Barat untuk bergerak menghentikan praktek-praktek kebijakan 'menekan' di Tepi Barat, seperti menghentikan penerimaan paspor dan memperketat pembatasan di Gaza.

"Fatah juga harus menghentikan kebijakan dari mengejar pemimpin Hamas dan mengakhiri kerjasama yang terbuka dengan pihak keamanan Israel."

Pada hari Senin lalu, Fatah menuduh pasukan keamanan Gaza telah membatasi gerakan anggota Dewan Revolusi dengan melarang mereka bepergian ke pertemuan partai di Tepi Barat.

Perpecahan antara kedua faksi memuncak dalam upaya kudeta Fatah melawan pemerintah Hamas yang dipilih secara demokratis.

Hal ini memaksa Hamas untuk membatasi kekuasaan Fatah di Jalur Gaza meski Hamas menyapu kemenangan dalam pemilu 2006, sementara Fatah membentuk pemerintah sendiri di Tepi Barat.(fq/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang