Hamas dan Fatah Rekonsiliasi?

Rabu, 09/09/2009 11:18 WIB | Arsip | Cetak

Kepala Biro Politik Hamas Khaled Misy'al baru-baru ini mengunjungi Mesir, yang membuka jalan bagi perundingan yang buntu antara Hamas dan Fatah selama ini. Dalam pertemuan yang berlangsung di Kairo itu telah ditandangani kesepakatan antara dua partai, Hamas menyambut baik rencana pemimpin senior Fatah yang mengunjungi Jalur Gaza, dan tujuannya mencari jalan bagi penyelesaian krisis antara kedua faksi itu.

Para pemimpin senior Fatah yang akan  melakukan kunjungan ke Jalur Gaza diantaranya, Nabil Sha'ath, Jibril Rajoub, Mahmoud Al-Aloul dan Fakhri Bsaiso.Menurut sumber-sumber yang dekat dengan kedua belah fihak itu, menyatakan, Khaled Misy'al telah menyetujui sebuah persetujuan rekonsiliasi dengan Fatah, dan fihak Mesir bernjaji untuk membuka pintu perbatasan gerbang Rafah secara permenan, yang menghubunkan antara Sinai (Mesir) dengan Gaza bagian selatan. Dan, mereka mengatakan persetujuan (perjanjian) itu akan ditandangani akhir tahun ini.

Pintu Rafah ditutup sejak Hamas mengontrol Gaza di tahun 2007, yang diawali dengan kekalahan Fatah yang sangat getir bagi kelompok yang dipimpin Mahmud Abbas. Dan, melaui tekanan negara-negara Arab dan kelompok kemanusiaan, Mesir akhirnya membuka pintu gerbang Rafah. Hal ini akan memungkinkannya suplai barang-barang bagi kebutuhan rakyat Palestina di Gaza.

Dibukanya pintu penyeberangan secara permanen oleh pemerintah ini dinilai kemenangan bagi Hamas, yang sudah berjuang selama beberapa tahun ini untuk membuka pintu masuk bagi wilayah Gaza,yang diembargo oleh Israel. Dengan dibukanya pintu penyeberangan Rafah ini akan mempunyai arti penting bagi perkembgangan politik di Timur Tengah.

Menurut berbagai sumber di Cairo, Hamas dan Fatah telah sepakat dengan perjanjian baru itu, dan membangun kembali wilayah Gaza, dan masalah keamanan di wilayah itu akan disupervisi oleh negara-negara Arab. Selain itu, keputusan ini dinilai merupakan kemenangan Hamas, karena selama ini Fatah menginginkan agar kontrol masalah keamanan dipegang oleh Otoritas Keamanan Palestina.

Menurut sumber dari Fatah, telah disetujui sebuah konsesi politik yang menyangkut tiga hal, yaitu Hamas akan memiliki perwakilan dalam tubuh Organisasi PLO, pembebasan seluruh tahanan Hamas yang ada di penjara-penjara Otoritas Paleslina yang ada di Tepi Barat, dan mendirikan pemerintahan kesatuan nasional yang berbasis Perjanjian Oslo,  tetapi hanya 'menghormati' terhdap penjanjian itu. Artinya, Hamas tidak terikat terhadap pengakuan eksistensi ZIonis-Israel.

"Pemerintah Mesir mengatakan mereka membuka pintu penyeberangan Rafah, bila kedua belah fihak menyetujui adanya rekonsiliasi", ujar anggota parlemen Hamas di kota Gaza. Kedua belah fihak juga menyetujui waktu bagi pemilihan presiden dan anggota parlemen. Tetapi, Hamas masih keberatan diselenggarakannya pemilu legislatif awal tahun ini. "Hamas, pertama ingin melihat komitment dari Fatah terhadap seluruh isi perjanjian dan rekonsiliasi itu", tambahnya. "JIka kami melihat Fatah serius dan sungguh terhadap rekonsiliasi dan pemerintah Mesir membuka pintu gerbang Rafah, kami siap melanjutkan pembicaraan itu tentang pelaksanaan pemilu", ujar anggaota parlemen Hamas itu.

Sebuah delegasi Hamas yang dipimpin Mahmoud Zahar telah tiba  di Kairo, Selasa kemarin, dan mendiskusikan sebuah penyelesaian konflik dengan fihak Fatah. Delegasi itu diagendakan akan bertemu dengan para pejabat Mesir, khususnya yang menangani keamanan, dan kemungkian akan bertemu dengan Omar Sulaeman, yang mengepalai intelijen Mesir. Nampaknya, Israel juga menginginkan momentum itu digunakan membebaskan Kopral Gilad Shalid melalui sebuah pertukaran tawanan.

Delegasi Hamas itu akan mengunjungi Damaskus untuk bertemu dengan Kepala 'Biro Politik Hamas, Khaled Misy'al, yang akan memimpin delegasi Hamas, dan yang akan bertemu dengan Kepala Intelijen Mesir, Jendral Omar Sulaeman. (m/jp)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang