Hamas Hentikan Perundingan Dengan Israel

Rabu, 03/02/2010 13:19 WIB | Arsip | Cetak

Petinggi Hamas Mahmoud Zahar menyatakan bahwa perundingan antara Hamas-Israel soal pertukaran tawanan sudah berakhir, karena tidak mencapai kesepakatan. Ia menyebut PM Israel Benjamin Netanyahu sebagai penyebab utama kegagalan perundingan itu.

"Persoalan utamanya, semua orang tahu dan mediator negosiasi juga tahu, campur tangan politik dan campur tangan Perdana Menteri Netanyahu secara pribadi, menyebabkan proses perundingan mengalami kemunduran. Dengan alasan ini, perundingan kami dihentikan," kata Zahar dalam wawancara dengan BBC.

Terbunuhnya komandan militer senior Hamas, Mahmud Abdul Rauf Al Mabhuh di Dubai, juga menjadi salah satu alasan mengapa Hamas memutuskan untuk menghentikan perundingan. Hamas menuding agen-agen intelejen Israel sebagai dalang pembunuhan itu.

"Pembunuhan itu tindakan pengecut Israel untuk menekan Hamas dalam negosiasi pertukaran tahanan," tukas Zahar.

Zahar menambahkan, setelah dihentikan, rasanya sulit bagi Hamas untuk berdialog lagi dengan Israel. Hamas tetap menginginkan Israel membebaskan 1.000 warga Palestina yang berada di penjara-penjara Israel untuk ditukar dengan pembebasan Gilad Shalit, prajurit Israel yang sudah tiga tahun lebih ditawan pejuang Hamas.

"Kami ingin membebaskan warga kami dan memberikan kesempatan bagi keluarga prajurit Israel untuk hidup sebagai manusia. Begitu juga kami. Kami menuntut pembebasan para tahanan Palestina, tapi pihak Israel setelah pembicaraan yang dilakukan ratusan kali, malah membuat negosiasi mengalami kemunduran," sambung Zahar.

Pejabat senior Hamas itu tidak menyebutkan apa langkah Hamas selanjutnya dan apa yang akan dilakukan Hamas terhadap Shalit setelah menghentikan perundingan dengan Israel. Saat ini, jumlah warga Palestina yang berada di tahanan-tahanan Israel mencapai 10.000 orang. Mereka kebanyakan korban penangkapan yang dilakukan Israel secara rutin di wilayah-wilayah Palestina. (ln/bbc/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang