Hamas Kecam Kehadiran Fayyad di Konferensi Israel

Jumat, 05/02/2010 16:17 WIB | Arsip | Cetak

Hamas mengecam Otoritas Palestina atas keikutsertaan Perdana Menteri Salam Fayyad dalam konferensi Herzilya ke-10. Konferensi itu adalah konferensi tahunan yang diselenggarakan Strategic Studies Institute di Israel untuk menetapkan kebijakan-kebijakan dan strategi keamanan serta politik Israel.

Dalam konferensi yang dibuka pada Selasa (2/2) malam, Fayyad menyampaikan pidatonya yang terkesan memihak pada kepentingan Israel. Juru bicara Hamas, Abu Zuhri melihat keikutsertaan Fayyad sebagai bentuk kerjasama antara Otoritas Palestina dan rezim Zionis yang jelas-jelas memusuhi rakyat Palestina.

"Kerjasama Otoritas Palestina dan Israel sudah mencapai tingkat kerjasama politik dan ini merupakan indikasi serius bahwa Otoritas Palestina telah mengaitkan proyek-proyeknya dengan kebijakan dan kepentingan Israel," kritik Abu Zuhri.

Keikutsertaan Fayyad dalam konferensi itu memang patut dipertanyakan di tengah tindakan Israel yang terus menerus menindas rakyat Palestina. Israel masih terus membangun pemukiman-pemukiman ilegalnya di wilayah Palestina di Tepi Barat dan masih membombardir rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Fayyad dalam pidatonya malah terkesan berpihak pada kepentingan Israel. Ia misalnya mengatakan bahwa Otoritas Palestina mengakui hak Israel untuk hidup damai, oleh sebab itu konsep dua negara harus diterima.

Fayyad juga menyatakan simpati dengan atas "sejarah panjang" Israel yang pahit dan akan berkomitmen atas kemanan Israel. "Seperti Anda, kami, orang-orang Palestina juga punya sejarah sendiri. Saat ini kami mengalami banyak penderitaan yang pahit. Dan kami punya inspirasi sebagai kuncinya bahwa sekali lagi, kami bisa hidup berdampingan dengan Anda (Israel) dengan damai, harmonis dan aman," kata Fayyad. Padahal pagi harinya, pesawat-pesawat tempur Israel kembali menggempur Gaza dengan target terowongan-terowongan bawah tanah yang digunakan warga Gaza untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan sehari-hari yang sulit ditemukan di Gaza akibat blokade Israel. (ln/prtv/imemc)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang