Hamas: Pemilu Sepihak Adalah Kejahatan Nasional
.jpg)
Hamas mengingatkan otoritas Palestina pimpinan Mahmud Abbas agar tidak seenaknya menggelar pemilu Palestina di Tepi Barat dan mengabaikan wilayah Gaza. Jika hal itu terjadi, maka pemerintahan Abbas telah melakukan "kejahatan nasional."
Hal tersebut ditegaskan oleh Perdana Menteri dari Hamas di Gaza, Ismail Haniyah pada para wartawan, Rabu (2/9). "Kalau Ramallah menggelar pemilu di Tepu Barat dan tidak melibatkan Gaza, maka tindakan itu merupakan kejahatan politik dan kejahatan nasional," tukas Haniyah.
Ia mengatakan, pemilu adalah bagian dari kesepakatan nasional dan bukan kesepakatan antara Ramallah (pemerintahan Abbas) dengan pihak luar. "Saya harapa tidak seorang pun yang menggelar pemilu semacam itu, karena akan menimbulkan konsekuensi yang sulit bagi persatuan Palestina dan faksi-faksi di dalam negeri," tegas Haniyah.
Pertikaian antara faksi Hamas dan Fatah, pimpinan Mahmud Abbas yang pecah tahun 2007, membuat kekuasaan di Palestina terpecah dua. Hamas berkuasa di Gaza dan Mahmud Abbas yang mendapat dukungan dari negara-negara Barat berkuasa di Tepi Barat. Pertikain antara keduanya dipicu oleh pemecatan sepihak yang dilakukan Abbas terhadap Haniyah yang kala itu menjabat sebagai perdana menteri Palestina setelah Hamas memenangkan pemilu di negeri itu.
Belakangan, Fatah dan Hamas mencoba bernegosiasi dengan mediasi Mesir untuk melakukan rekonsiliasi dan mencapai kesepakatan persatuan nasional untuk membuka jalan bagi pelaksanaan pemilu presiden dan pemilu parlemen tahun depan. Tapi perundingan yang sudah beberapa kali digelar belum menampakkan titik terang. (ln/iol/YN)
Lainnya (Arsip)
- Khaled Misy'al Meninggalkan Amman
Rabu, 02/09/2009 13:18 WIB - Yahudisasi Palestina : Pelajar Arab Wajib Nyanyikan Lagu Kebangsaan Israel
Rabu, 02/09/2009 08:13 WIB - Keren, Mahasiswa Gaza Bisa Buat Mobil Sendiri
Senin, 31/08/2009 12:21 WIB - 100 Ribu Anak-Anak untuk Kamp Musim Panas Hamas
Senin, 31/08/2009 07:47 WIB - Hamas Kecam PBB Yang Akan Masukkan 'Holocaust' Dalam Buku Sejarah
Senin, 31/08/2009 07:06 WIB
Berita Palestina
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




