Hamas Menolak Deklarasi Negara Palestina

Selasa, 17/11/2009 09:43 WIB | Arsip | Cetak

Salah Al-Barwadeel

Hamas menyatakan menentang pendeklarasian negara Palestina secara sepihak lewat proses di Dewan Keamanan PBB yang digulirkan oleh pemerintahan otoritas Palestina pimpinan Mahmoud Abbas.

Bagi Hamas, melibatkan Dewan Keamanan PBB untuk mewujudkan negara Palestina merdeka tidak akan memberi makna kemerdekaan yang sesungguhnya bagi rakyat Palestina dan hanya upaya pihak Presiden Mahmoud Abbas untuk menutupi kegagalannya melakukan proses perdamaian bagi rakyat Palestina.

"Deklarasi dengan cara seperti itu tidak bermakna. Tindakan itu semata-mata bertujuan untuk mengabaikan hasil-hasil perjuangan kelompok perlawanan di Palestina terhadap penjajah Israel," kata Salah Al-Barwadeel, pemimpin senior Hamas di Gaza.

Dalam keterangan persnya di Gaza, Senin (16/11), Barwadeel menyatakan, jika ingin mendeklarasikan negara Palestina merdeka, penjajahan Israel di bumi Palestina harus dihentikan dulu. "Mendeklarasikan sebuah negara yang luasnya hanya 20 persen dari seluruh wilayah Palestina, bukan solusi dan dunia akan menolak untuk memberikan pengakuan. Yang harus dilakukan Palestina adalah, memfokuskan diri membebaskan seluruh tanah Palestina dengan kekuatan sendiri, dengan perlawanan terhadap penjajah," tukas Barwadeel.

Ia menambahkan, keinginan untuk mendeklarasikan negara Palestina merdeka secara sepihak pernah dicetuskan oleh mantan pemimpin Palestina, Yaser Arafat pada tahun 1988. Jika memang negara Palestina merdeka ingin dideklarasikan, kata Barwadeel, jangan cuma meliputi wilayah Tepi Barat dan Gaza saja. "Mengapa tidak mendeklarasikan negara Palestina yang wilayahnya membentang dari kawasan Laut Mediterania sampai sungai Yordan?" tandasnya.

"Pendeklarasian negara Palestina merdeka, juga harus menjamin pembebasan wilayah Yerusalem dan hak kembalinya para pengungsi Palestina," sambung Barwadeel. (ln/IMEMC/arabnews)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang