Hamas Menolak Deklarasi Negara Palestina

Hamas menyatakan menentang pendeklarasian negara Palestina secara sepihak lewat proses di Dewan Keamanan PBB yang digulirkan oleh pemerintahan otoritas Palestina pimpinan Mahmoud Abbas.
Bagi Hamas, melibatkan Dewan Keamanan PBB untuk mewujudkan negara Palestina merdeka tidak akan memberi makna kemerdekaan yang sesungguhnya bagi rakyat Palestina dan hanya upaya pihak Presiden Mahmoud Abbas untuk menutupi kegagalannya melakukan proses perdamaian bagi rakyat Palestina.
"Deklarasi dengan cara seperti itu tidak bermakna. Tindakan itu semata-mata bertujuan untuk mengabaikan hasil-hasil perjuangan kelompok perlawanan di Palestina terhadap penjajah Israel," kata Salah Al-Barwadeel, pemimpin senior Hamas di Gaza.
Dalam keterangan persnya di Gaza, Senin (16/11), Barwadeel menyatakan, jika ingin mendeklarasikan negara Palestina merdeka, penjajahan Israel di bumi Palestina harus dihentikan dulu. "Mendeklarasikan sebuah negara yang luasnya hanya 20 persen dari seluruh wilayah Palestina, bukan solusi dan dunia akan menolak untuk memberikan pengakuan. Yang harus dilakukan Palestina adalah, memfokuskan diri membebaskan seluruh tanah Palestina dengan kekuatan sendiri, dengan perlawanan terhadap penjajah," tukas Barwadeel.
Ia menambahkan, keinginan untuk mendeklarasikan negara Palestina merdeka secara sepihak pernah dicetuskan oleh mantan pemimpin Palestina, Yaser Arafat pada tahun 1988. Jika memang negara Palestina merdeka ingin dideklarasikan, kata Barwadeel, jangan cuma meliputi wilayah Tepi Barat dan Gaza saja. "Mengapa tidak mendeklarasikan negara Palestina yang wilayahnya membentang dari kawasan Laut Mediterania sampai sungai Yordan?" tandasnya.
"Pendeklarasian negara Palestina merdeka, juga harus menjamin pembebasan wilayah Yerusalem dan hak kembalinya para pengungsi Palestina," sambung Barwadeel. (ln/IMEMC/arabnews)
Lainnya (Arsip)
- Rabi Militer Yahudi: Tentara Israel Tak Boleh Kasihan Terhadap Rakyat Palestina!
Senin, 16/11/2009 19:00 WIB - Badai Besar Israel Sebelum Palestina Merdeka
Senin, 16/11/2009 16:30 WIB - Gerakan Anti Globalisasi Akan Berlangsung di Gaza
Senin, 16/11/2009 13:08 WIB - Deklarasikan Negara Palestina Merdeka, Tanpa Israel !
Senin, 16/11/2009 12:02 WIB - Dokter Norwegia : Israel Adalah Negara Teroris!
Senin, 16/11/2009 09:26 WIB
Berita Palestina
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




