Israel Membangun Tembok Pemisah di Perbatasan Mesir
.jpg)
Tak puas dengan tembok pemisah di Tepi Barat, Israel akan membangun tembok lagi di sepanjang perbatasannya dengan Mesir. Pembangunan tembok itu adalah ide Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan alasan untuk menghentikan arus para imigran asal Afrika ke Israel.
Surat kabar Israel, Maariv dalam laporannya menyatakan bahwa Netanyahu meyakini bahwa kedatangan para imigran ke Israel akan terus bertambah dan jika dibiarkan akan merusak demografi Israel. Oleh sebab itu, kata Netanyahu, membangun dinding di sepanjang perbatasan Israel-Mesir tidak bisa dihindari untuk membendung infiltrasi para imigran asal Afrika. Sebelum ini, Israel sudah memberlakukan peraturan ketat di perbatasan kota Eilat dan Arad untuk mencegah masukan imigran Afrika.
Untuk merealisasikan rencana pembangunan pagar tembok di perbatasan Mesir, Netanyahu menurut Maariv, sudah membahas rencana itu dengan para pejabat tingginya. Ada dua pilihan bentuk pagar yang akan dibangun, apakah pagar tembok saja atau pagar tembok yang dialiri arus listrik. Kedua opsi itu, kata sumber-sumber di kemiliteran Israel, butuh biaya besar sekitar 1,5 milyar dollar AS.
Sementara Menteri Keuangan Israel, Yuval Steinitz mengusulkan pembangunan pagar tembok yang lebih mudah dan efektif dengan anggaran dana sekitar 120 juta dollar saja. Yang jelas, saat ini kementerian keamanan publik Israel sedang menggodok rencana itu dengan menggabungkan berbagai usulan untuk pembangunan tembok pemisah baru tersebut. (ln/IMEMC)
Lainnya (Arsip)
- Israel Melarang Pejabat Negara Asing Berkunjung ke Gaza
Selasa, 08/12/2009 12:32 WIB - Israel Pada Warga Palestina: Gusur Sendiri Atau Bayar!
Senin, 07/12/2009 13:59 WIB - Hamas Akan Rayakan 22 Tahun Berdirinya
Senin, 07/12/2009 08:35 WIB - Yahudi Gilas Mahasiswa Palestina dengan Mobil Berulang Kali
Jumat, 04/12/2009 16:17 WIB - Zionis Rancang UU Melarang Azan Shubuh di Al-Aqsha
Jumat, 04/12/2009 12:27 WIB
Berita Palestina
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




