Israel Akhiri Gencatan Senjata, Siapkan Aksi Militer ke Jalur Gaza

Senin, 17/11/2008 12:37 WIB | Arsip | Cetak

Jelas sudah apa yang diinginkan Israel ketika melakukan serangan ke perbatasan Jalur Gaza pekan kemarin, padahal Israel terikat kesepakatan gencatan senjata para pejuang Palestina di Gaza, utamanya dengan Hamas.

Perdana Menteri interim Ehud Olmert hari minggu kemarin menyatakan, kesepakatan antara Israel dan Hamas sudah "hancur" dan ia telah memberikan lampu hijau bagi lembaga-lembaga keamanan Israel untuk merancang rencana aksi ke Jalur Gaza jika pejuang Palestina tidak juga menghentikan tembakan roketnya ke wilayah Israel.

"Saya telah memerintahkan pada para kepala bidang keamanan untuk mengajukan usulan-usulannya secepat mungkin, agar jika diperlukan, rencana aksi itu bisa segera disampaikan ke para pengambil keputusan di pemerintahan untuk disetujui," kata Olmert di hadapan menteri-menteri kabinetnya.

Olmert menuding Hamas-lah yang bertanggungjawab atas rusaknya kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza dan atas berbagai aksi-aksi kekerasan di wilayah itu. "Tak seorang pun yang boleh mengkritik pemerintah Israel ... kami tidak bisa mentolerir harga ini, bahwa organisasi-organisasi teroris sedang berusaha melawan hak kami untuk mencegah berlanjutnya serangan dan ancaman ke wilayah kami," tukas Olmert yang menyebut Hamas sebagai organisasi teroris.

Sementara itu, Menteri Transportasi Israel Shaul Mofaz mengusulkan pemerintah Israel agar melanjutkan strategi "pembunuhan terhadap target-target tertentu" dalam menghadapi Hamas.

"Israel harus berhenti bicara, tapi harus menerapkan kebijakan membunuh tokoh-tokoh dalam pemerintahan Hamas, yang menjadi target Israel. Tidak ada cara lain untuk berhadapan dengan Hamas, selain menerapkan kebijakan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh mereka," tukas Mofaz seperti dilansir surat kabar Yediot Aharonot.

Mofaz adalah mantan staff kepala angkatan bersenjata Israel pada masa Intifada di Palestina. Dia-lah yang menerapkan kebijakan membunuh tokoh-tokoh Palestina dalam menghadapi perlawanan rakyat Palestina pada masa Intifada kedua.

Tembakan-tembakan roket pejuang Palestina di Gaza adalah balasan atas operasi-operasi militer Israel yang dilakukan sepihak di perbatasan Gaza. Israel yang lebih dulu melakukan provokasi dengan melakukan serangan ke wilayah Gaza pekan kemarin, sehingga memicu perlawanan dari para pejuang Palestina.

Juru Bicara Hamas Fawzi Barhoum menegaskan, Hamas berhak merespon serangan-serangan Zionis karena pihak Zionis yang lebih dulu merusak kesepakatan gencatan senjata. Sedangkan pimpinan Hamas di Gaza, Ismail Haniyah menyatakan, berlanjut tidaknya gencatan senjata antara Israel dan Hamas sangat tergantung pada rezim Zionis apakah akan menghentikan serangan militernya dan mengakhiri blokadenya di wilayah Gaza. (ln/aljz/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang