Israel "Bahagia" dengan Pembangunan Tembok Baja Mesir

Jumat, 01/01/2010 14:11 WIB | Arsip | Cetak

Seorang perwira militer Israel mengatakan pada hari Rabu yang lalu bahwa tembok baja yang menghujam ke bawah tanah yang di bangun di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza oleh Mesir - secara signifikan telah mempersulit bagi warga Gaza Palestina menggunakan terowongan bawah tanah tersebut ketika nanti tembok baja itu selesai.

Namun perwira militer itu menegaskan bahwa kemungkinan butuh waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikan pembangunan tembok baja yang menjadi dinding pemisah itu.

"Tembok baja yang dibangun Mesir pasti memiliki potensi untuk mempersulit warga Gaza ataupun militan menggunakan terowong-terowong bawah tanah meskipun tidak totalitas menghentikan penyelundupan barang-barang ke Gaza," kata seorang perwira militer Israel mengutip penjelasan dari intelijen mereka di Gaza.

"Efek pembangunan tembok baja Mesir sudah pasti ada. Hal ini tentu akan membuat Hamas menjadi "gila".

Kairo telah melakukan penggalian sejauh 14 kilo meter (8 mil) sepanjang perbatasan.

Hamas yang menguasai jalur Gaza mengutuk keras pembangunan tembok itu dan menyebutnya sebagai "dinding kematian" bagi warga Gaza yang sudah selama bertahun-tahun di bawah pengepungan dan blokade Israel.

Sewaktu ditanya kapan tembok baja buatan Mesir itu akan selesai, perwira militer Israel yang berbicara kepada kantor berita reuters menyatakan:"Jika Mesir bekerja 24 jam selama 7 hari setiap minggunya, mungkin pembangunan tembok tersebut tidak membutuhkan waktu berbulan-bulan dalam penyelesaiannya."

Para pejabat Mesir mengatakan tabung-tabung baja sedang ditempatkan di beberapa titik sepanjang perbatasan untuk membentuk sebuah dinding/tembok.

1,5 juta warga Gaza hidup di bawah pengepungan/blokade Israel dan Mesir masih bersikeras untuk tidak membuka perbatasan Gaza meskipun sikap Mesir tersebut dikutuk oleh umat Islam di seluruh dunia dalam berbagai demonstrasi, warga Gaza untuk mempertahankan hidup mereka akhirnya menggali terowongan bawah tanah yang dijadikan sebagai sarana untuk menyelundupkan barang-barang kebutuhan sehari-hari.(fq/agencies)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang