Israel Ketakutan Terjadinya Intifadhah Ketiga

Selasa, 09/03/2010 12:57 WIB | Arsip | Cetak

Zionis Israel ketakutan akan terjadinya Intifadhah ketiga, akibat dari kemarahan umat Islam yang dilatar belakangi oleh upaya yahudisasi mereka terhadap tempat-tempat suci umat Islam.

Ketakutan tersebut semakin besar setelah adanya reaksi kemarahan rakyat Palestina akibat dimasukkannya masjid Ibrahimi di Hebron dan masjid Bilal bin Rabah di Betlehem dalam daftar situs warisan Yahudi serta penodaan berulang-ulang yang dilakukan Israel terhadap masjid Al-Aqsha.

Surat kabar Haaretz hari ini (9/3) mengungkapkan bahwa menurut sumber Palestina, Israel telah mengirimkan pesan kepada presiden otoritas Palestina Mahmud Abbas, memperingatkan akan meluasnya demonstrasi dan bentrokan yang terjadi di Tepi Barat, dan meminta Abbas untuk mengendalikan situasi tersebut.

Sebelumnya pada bulan Desember 2009 lalu, pimpinan Shin Bet Yuval Diskin telah mengatakan kepada Knesset bahwa Intifadhah ketiga akan terjadi hanya jika terjadi sesuatu yang besar seperti terjadi pemboman terhadap masjid-masjid bersejarah umat Islam Palestina.

Menurut Haaretz dalam edisi hari ini melaporkan bahwa Israel akan melakukan serangan ke wilayah-wilayah "A" dari kedaulatan Palestina jika Ababs tidak segera mengatasi dan membatasi demonstrasi publik dan menghentikan "hasutan" yang terjadi.

Haaretz mencatat bahwa aparat keamanan Israel takut akan terjadinya intifadhah ketiga, meskipun tidak secara langsung menyatakan hal tersebut, bagaimanapun mereka khawatir akan hilangnya kontrol di Tepi Barat."

Dalam editorialnya Haaretz memperingatkan pemerintah Israel untuk menunda kebijakan mereka memasukkan situs-situs suci umat Islam, dan mencatat akan terjadinya risiko erosi status negara Israel yang akan menjadi indikator pecahnya intifadhah ketiga.

Dimulainya proses politik merupakan kebutuhan penting untuk mencegah penurunan terjadinya gelombang baru kekerasan, dan menyerukan pemerintah Benjamin Netanyahu untuk meyakinkan "orang-orang Israel" dari niatnya untuk menghentikan gerakan "akrobat" mereka, dan segera berurusan dengan negosiasi yang serius. (fq/imo)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang