Israel Melarang Pejabat Negara Asing Berkunjung ke Gaza

Selasa, 08/12/2009 12:32 WIB | Arsip | Cetak

Israel memberlakukan larangan tak tertulis yang melarang pejabat senior dari berbagai negara seperti presiden, perdana menteri dan menteri luar negeri, masuk ke Jalur Gaza lewat Israel. Larangan ini mulai tercium setelah Menlu Irlandia, Michael Martin pada parlemen negaranya mengatakan bahwa pejabat Israel melarang kunjungannya ke Jalur Gaza.

Situs Jerusalem Post mengutip keterangan sejumlah pejabat Israel yang membenarkan adanya larangan tak tertulis yang diberlakukan atas instruksi PM Israel, Benjamin Netanyahu. Mereka mengatakan bahwa tujuan larangan tersebut untuk menekan Hamas agar segera membebaskan Gilad Shalit dan sebagai salah satu cara Israel untuk mencegah legitimasi terhadap Hamas.

Israel menolak disebut sengaja ingin menutupi situasi Gaza pada dunia luar dengan alasan bahwa mereka yang ingin berkunjung ke Gaza bisa melewati perbatasan Mesir. Meski faktanya, Israel bekerjasama dengan otoritas Mesir menentukan siapa saja yang boleh masuk ke Gaza lewat perbatasan itu.

Ketika Netanyahu baru diresmikan menjadi perdana menteri pada 31 Maret lalu, Israel masih membolehkan pejabat-pejabat senior dunia berkunjung ke Jalur Gaza, seperti Sekjen PBB Ban Ki-moon, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Javier Solana, Menlu Norwegia Jonas Gahr Støre dan Senator AS John Kerry.

Setelah itu, Israel menghentikan ijin masuk ke Jalur Gaza bagi seluruh kunjungan untuk tujuan apapun. Di antara pejabat senior negara lain yang rencana kunjungannya ditolak Israel antara lain Menlu Prancis Bernard Kouchner dan Menlu Turki Ahmet Davutoglu.

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa kebijakan Israel tidak membolehkan kunjungan ke Gaza meski sebagai bagian dari kunjungan pejabat yang bersangkutan ke Israel dengan alasan Israel khawatir akan keselamatan tamu-tamunya selama berada di wilayah yang dikuasai para "teroris" (Hamas).

Juga atas alasan bahwa kebijakan Israel tidak membolehkan semua hal yang menunjukkan dukungan atas legitimasi Hamas, dengan cara berkunjung ke Gaza meski pejabat yang bersangkuta tidak secara langsung melakukan pertemuan dengan Hamas. (ln/JP)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang