Israel Pada Warga Palestina: Gusur Sendiri Atau Bayar!

Senin, 07/12/2009 13:59 WIB | Arsip | Cetak

Beginilah kelicikan Israel. Untuk memperluas pemukimannya di Tepi Barat, mereka mengubah strategi untuk merampas dan menggusur rumah-rumah warga Palestina. Israel tidak lagi mengerahkan buldoser-buldosernya untuk langsung merobohkan rumah-rumah itu tapi memaksa warga Palestina untuk menghancurkan rumah-rumahnya sendiri.

"Saya selalu memimpikan punya rumah sendiri, Sekarang saya diminta untuk memilih apakah akan merobohkan rumah ini sendiri atau buldoser-buldoser Israel yang akan melakukannya," keluh Ghazi Dodeen, warga Palestina yang tinggal di desa Hijra, Tepi Barat.

Ia baru saja menerima surat perintah dari otoritas pendudukan (Israel) agar rumahnya segera dirobohkan. Warga yang menerima surat perintah itu disuruh memilih apakah akan merobohkannya sendiri atau meminta Israel yang merobohkan rumah-rumah itu dengan menggunakan buldoser. Seperti kata pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, sudah harus kehilangan rumah, warga Palestina juga harus membayar sejumlah uang pada Israel jika rumah mereka dirobohkan dengan menggunakan buldoser-buldoser Israel.

"Hati saya hancur. Jika saya menolak buldoser Israel akan menghancurkannya dan saya akan menderita seumur hidup untuk mengumpulkan uang guna membayar biaya penggusuran. Tapi menghancurkan rumah dengan tangan saya sendiri, akan menjadi kenangan buruk yang akan menghantui sepanjang sisa hidup saya," tutur Ghazi sambil menatap rumahnya dengan air muka duka.

Itulah gambaran warga Palestina di Tepi Barat saat ini yang terancam kehilangan rumahnya untuk keperluan pembangunan pemukiman Yahudi Israel. Sejumlah analis menilai perubahan strategi Israel dalam melakukan penggusuran rumah-rumah milik warga Palestina menurut sejumlah pengamat, merupakan upaya Israel untuk mengecoh pandangan dunia tentang situasi di tanah pendudukan.

"Israel ingin dunia internasional melihat bahwa warga Palestina sendiri-lah yang menghancurkan rumahnya karena dibangun tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Rejim Israel ingin menunjukkan bahwa penggusuran itu legal dan tidak ada hubungannya dengan pelanggaran atas hak-hak warga Palestina," ujar Direktur Land Research Center, Gamal Al-Omla yang diamini oleh Suhail Khalilia dari Applied Research Institute (ARIJ).

"Israel ingin melegitimasi upaya pengusiran paksa warga Palestina," kata Khalilia.

Sementara pakar kebijakan pemukiman Israel, Abdel-Hadi Hantch mengatakan bahwa surat perintah berisi pilihan penggusuran adalah cara Israel untuk menekan warga Palestina agar keluar dari desanya dan menipu opini publik masyarakat dunia,

"Israel berusaha membatasi perluasan wilayah kota-kota di Tepi Barat secara geografis agar bisa leluasa memperluas pembangunan pemukimannya di masa datang, kata Hantch.

Saat ini terdapat lebih dari 164 pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang meliputi lebih dari 40 persen wilayah pendudukan di Tepi Barat. Dunia internasional telah menyatakan bahwa pemukiman-pemukiman itu ilegal karena dibangun di atas tanah milik warga Palestina. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang