Israel Tahan Warga Palestina yang Ingin Sholat di Masjid Al-Aqsha

Sabtu, 29/08/2009 11:32 WIB | Arsip | Cetak

Lima orang warga Palestina di tangkap oleh pasukan Israel ketika mereka ingin sholat di dalam kompleks tempat suci ketiga bagi umat Islam masjid Al-Aqsha pada Jumat kemarin yang bertepatan dengan sholat Jumat pertama di bulan Ramadhan ini.

Sholat yang dilaksanakan di kompleks masjid Al-Aqsha dijaga oleh ribuan tentara Israel yang berada di Yerusalem. Menurut perkiraan polisi Israel ada sekitar 90.000 umat Islam Palestina yang sholat di sana.

Pihak berwenang Israel masih tetap melarang akses warga Palestina di tepi barat untuk sholat di masjid Al-Aqsha dengan menetapkan aturan bahwa yang boleh sholat disana hanyalah warga Palestina yang berusia diatas 50 tahun untuk pria dan 45 tahun keatas bagi wanita.

Dibawah aturan pelarang yang dibuat Israel tersebut, hanya warga Palestina yang memiliki ijin yang boleh memasuki Yerusalem dari tepi barat.

Di pos pemeriksaan di Tepi Barat, bis-bis yang membawa ratusan orang Palestina berharap untuk bisa menghadiri sholat disana selama Ramadhan ini, namun karena adanya aturan yang dibuat oleh Israel kebanyakan dari mereka akhirnya kembali lagi membatalkan keinginan mereka untuk dapat sholat disana.

Israel juga menutup tiga penyeberangan perbatasan ke Jalur Gaza pada hari Jumat, menurut kantor berita Palestina.

Kota ini (Yerusalem) adalah tempat beradanya Masjid Al-Aqsa, menjadi kiblat pertama kaum Muslimin dan merupakan tempat ketiga tersuci bagi umat Islam setelah Makkah dan Madinah.

Maknanya telah diperkuat oleh kejadian Al Isra'a dan Al Mi'raj - perjalanan malam dari Mekah ke Al-Quds dan naiknya Nabi Muhammad SAW ke Surga.

Al-Quds juga merupakan wilayah bagi beberapa tempat ibadah suci Kristen, termasuk Gereja Yerusalem dan Gereja Ortodoks Yunani.

Israel telah bekerja keras selama bertahun-tahun untuk men "Yahudikan" kota suci tersebut dan mengubah identitas Islam disana.

Dengan mengadopsi serangkaian langkah-langkah penindasan untuk memaksa orang-orang Palestina keluar dari sana, dengan secara sistematis melakukan pembongkaran rumah mereka.(fq/wb)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang