Israel Takut Pemerintahan Bersatu Palestina
.jpg)
Para pejabat senior pemerintahan Israel mengungkapkan kekhawatirannya jika pemerintahan AS dibawah pimpinan Presiden Barack Obama mengakui pemerintahan bersatu di Palestina, dimana Hamas terlibat di dalamnya.
Media massa Israel melaporkan, para pejabat Israel kini sedang resah menyusul laporan surat kabar LA Times yang menyebutkan bahwa pemerintahan Obama kemungkinan akan memberikan bantuan finansial jika pemerintahan bersatu di Palestina terbentuk, bahkan jika pemerintahan bersatu itu melibatkan sejumlah menteri dari faksi Hamas.
Surat kabar Jerusalem Post dalam laporannya mengutip pernyataan seorang pejabat Israel yang bahwa Israel sangat khawatir jika dunia internasional memberikan dukungan pada Hamas. Menurut pejabat itu, Israel berpendapat pemerintahan bersatu antara Fatah dengan Hamas akan membahayakan posisi otoritas Palestina sendiri.
JPost juga menulis bahwa sejumlah pejabat tinggi di Israel menilai Mesir telah melakukan kesalahan serius jika nantinya mendukung pemerintahan bersatu di Palestina, meski selama ini Mesir menjadi mediator perdamaian antara Fatah dan Hamas.
Surat kabar Haaretz dalam laporannya menyebutkan bahwa para pejabat Israel masih "menggali infromasi apa sebenarnya tujuan dari pemerintahan baru AS" dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan membahas masalah itu dengan Presiden Obama dan pejabat pemerintah AS lainnya dalam kunjungannya ke AS.
Negosiasi Fatah-Hamas
Sementara itu Fatah-Hamas menunda negosiasi sampai pertengahan bulan Mei mendatang, untuk memberi kesempatan bagi kedua belah pihak untuk masing-masing membahas usulan yang ditawarkan Mesir guna menyelesaikan persoalan-persoalan yang masih mengganjal antara Fatah dan Hamas.
Menurut pimpinan Hamas yang ikut dalam tim negosiasi Hamas, Mahmoud Zahar, persoalan yang paling rumit dan belum disepakati dalam upaya membentuk pemerintahan nasional bersatu di Palestina adalah masalah PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) dan masalah keamanan.
Sedangkan anggota tim negosiasi dari Fatah, Azzam Al Ahmad menilai dialog antara Fatah-Hamas sudah mengalami kemajuan dan hasilnya cukup positif. Al Ahmad juga menegaskan bahwa Fatah serius untuk melanjutkan pembicaraan dengan Hamas.
Menurutnya, masalah pemerintahan bersatu adalah isu yang sangat penting dan tim negosiator dari Hamas belum siap membahas lebih lanjut persoalan itu. Persoalan lainnya yang juga masih buntu adalah masalah undang-undang pemilu.
"Sekarang, rakyat Palestina harus lebih memperkuat persatuannya, apalagi setelah terbentuknya pemerintahan sayap kiri di Israel," tukas Al Ahmad.
Negosiasi lanjutan bulan Mei mendatang, rencananya akan mengikutsertakan faksi-faksi lainnya di Palestina selain Fatah dan Hamas. (ln/IMEMC)
Lainnya (Arsip)
- Abbas Tolak Tuntutan Netanyahu
Selasa, 28/04/2009 12:13 WIB - Dialog Hamas-Fatah di Kairo: Hamas Tolak Permintaan Abbas
Selasa, 28/04/2009 08:09 WIB - Israel Berencana Perluas Wilayah Pemukiman Ilegal untuk Yahudi
Senin, 27/04/2009 10:53 WIB - Brigade Mujahidin Serukan Persatuan dan Berjanji Untuk Lanjutkan Jihad
Sabtu, 25/04/2009 06:11 WIB - Mubarak : Lieberman Tidak Akan ke Mesir
Jumat, 24/04/2009 08:37 WIB
Berita Palestina
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




