Jihad Islam: Inggris Juga Berlumuran Darah Rakyat Palestina

"Pemulangan pengungsi hanya dapat terealisasi dengan muqawama (perlawanan)." Pernyataan tersebut disampaikan oleh Darwis al-Gharabili, salah satu pemimpin Gerakan Jihad Islam Palestina. Pada bagian lain Darwis juga mengkritik upaya negara Arab dan dunia Islam dalam mengecam Rezim Zionis Israel. Ia menegaskan bahwa upaya mereka masih belum memadai.
Dalam kesempatan memperingati hari nakba ke 62, Darwis menegaskan bahwa Inggris adalah pihak yang bertanggung jawab atas pendudukan Palestina oleh zionis Israel serta aksi kejahatan Zionis melakukan Yahudisasi terhadap situs-situs bersejarah peninggalan Islam.
Ia menyebutkan tiga tindakan kejahatan Inggris dalam hal ini. Pertama adalah Deklarasi Balfour yang ditandatangani tahun 1917. Deklarasi Balfour (1917) ialah surat tertanggal 2 November 1917 dari Menteri Luar Negeri Inggris Raya; Arthur James Balfour kepada Lord Rothschild (Walter Rothschild dan Baron Rothschild), pemimpin komunitas Yahudi Inggris, untuk dikirimkan kepada Federasi Zionis internasional. Surat itu menyatakan posisi yang disetujui pada rapat Kabinet Inggris pada 31 Oktober 1917, bahwa pemerintah Inggris mendukung rencana-rencana Zionis menciptakan ‘tanah air' bagi Yahudi di Palestina, dengan syarat bahwa tak ada hal-hal yang boleh dilakukan yang mungkin merugikan hak-hak dari komunitas-komunitas yang ada di sana. Dan deklarasi ini telah membuka pintu imigrasi besar-besaran Yahudi ke Palestina.
Saat itu, sebagian terbesar wilayah Palestina berada di bawah kekuasaan Khilafah Turki Utsmani, dan batas-batas yang akan menjadi Palestina telah dibuat sebagai bagian dari Persetujuan Sykes-Picot 16 Mei 1916 antara Inggris dan Prancis. Sebagai balasan untuk komitmen dalam deklarasi itu, komunitas Yahudi akan berusaha meyakinkan Amerika Serikat untuk ikut dalam Perang Dunia I. Itu bukanlah alasan satu-satunya, karena sudah lama di Inggris telah ada dukungan bagi gagasan mengenai ‘tanah air' Yahudi, dan waktunya tergantung pada kemungkinannya.
Tidakan kedua, Inggris juga terlibat dalam aksi brutal kelompok Zionis di bumi Palestina tahun 1948. Dan terakhir adalah pembunuhan massal rakyat Palestina oleh Israel baik sebelum maupun sesudah tahun 1948. Jihad Islam menuding Inggris bekerjasama dengan kelompok zionis dalam 18 kali pembantaian massal terhadap rakyat Palestina sebelum tahun 1948 dan 44 kali pembantaian massal setelah tahun 1948.
Darwis juga menghitung berbagai musibah yang dialami rakyat Palestina dan berbagai tekanan guna menutupi hak legal pengungsi untuk kembali ke tanah air mereka serta kebebasan penuh Palestina. Ia menegaskan upaya busuk musuh ini tidak akan mengubah ideologi rakyat Palestina.
Ia juga mengkritik sikap negara-negara Islam dan Arab yang hanya merasa cukup mengecam Israel. Darwis menadaskan, pemulangan para pengungsi ke Palestina hanya mungkin terjadi dengan muqawama , persatuan dan pembentukan organisasi internal berdasarkan nilai-nilai nasional. (fq/irib)
Lainnya (Arsip)
- Boikot Produk Yahudi Berbuah Hasil, Belasan Pabrik Milik Yahudi Tutup
Senin, 17/05/2010 13:41 WIB - Pasukan Zionis Serang Pengunjuk Rasa Anti Dinding Apartheid Israel
Senin, 17/05/2010 12:18 WIB - Warga Palestina Demo Peringati Hari Nakba
Sabtu, 15/05/2010 06:27 WIB - Fatah Kembali Dikibulin Israel
Jumat, 14/05/2010 13:09 WIB - Lieberman: Abbas Minta Israel Segera Gulingkan Kekuasaan Hamas
Jumat, 14/05/2010 08:09 WIB
Berita Palestina
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




