Jubir Kepresidenan Palestina: Penyerbuan Israel Memicu Perang Agama

Sabtu, 06/03/2010 05:55 WIB | Arsip | Cetak

Bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina di Yerusalem di dekat pelataran Masjid Al-Aqsha pada hari Jumat kemarin (5/3) telah menyebabkan sekitar 30 orang terluka akibat bentrokan tersebut.

Otorita Palestina menuduh Israel sedang berusaha memicu perang agama, dengan memulai penyerbuan ke halaman masjid, dan menggagalkan proses perdamaian terutama setelah Liga Arab memungkinkan pelepasan tidak langsung perundingan antara Palestina dan Israel.

Said Adnan Husseini, walikota Yerusalem, mengatakan bahwa sebuah kekuatan besar polisi Israel menyerbu masjid al-Aqsha setelah shalat Jumat (5/3/) dan menyerang sejumlah jamaah yang berada di dalam kompleks masjid.

Husseini berkata "Saya tidak tahu berapa banyak jamaah yang mengurung diri mereka di dalam masjid. Dan ada sejumlah orang terluka terkena tembakan peluru karet."

"Tampaknya ada niat secara sengaja pasukan polisi Israel menyerbu Masjid Al Aqsha, dan mereka harus bertanggung jawab atas implikasi dari apa yang sedang terjadi."

Seorang saksi mata yang berada di dalam Masjid Al-Aqsha menyatakan bahwa bentrokan dimulai setelah para jamaah selesai sholat Jumat berdemonstrasi dengan berbaris damai di dalam masjid Al-Aqsha mengecam keputusan pemerintah Israel yang menyertakan beberapa situs warisan Islam ke dalam daftar warisan yahudi.

Pada bagian lain, presiden otoritas Palestina mengecam eskalasi Israel di Masjid Al-Aqsha, dan mengatakan hal itu bertujuan untuk membatalkan misi utusan AS untuk proses perdamaian di Timur Tengah, George Mitchell.

Juru bicara kepresidenan Nabil Abu Rudeineh, mengatakan: "eskalasi Israel di Yerusalem Timur Jauh, terhada[ situs warisan islam di seluruh wilayah Palestina bertujuan untuk merusak prospek proses perdamaian."

Abu Rudeineh menambahkan "Sudah jelas bahwa eskalasi Israel ini bertujuan untuk membatalkan misi Mitchell sebelum tiba di wilayah ini." Rudeineh menyatakan bahwa kebijakan Israel tersebut "juga bertujuan untuk memicu perang agama di wilayah tersebut."

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang